
Terapi autis – Setiap orang itu memiliki rasa takut, begitupun dengan anak-anak. Baik itu takut gelap, takut ditinggal orang tua, atau takut suara keras merupakan hal yang wajar dalam proses tumbuh kembang. Lantas, bagaimana bila rasa tersebut muncul secara berlebihan, bahkan menetap dalam waktu yang cukup lama, serta mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam hal ini sebagai orang tua harus benar-benar memahami jika fobia yang terjadi pada anak itu merupakan bagian dari gangguan kecemasan yang tak boleh diabaikan.
Gangguan kecemasan yang terjadi pada anak terkadang tak terlihat begitu jelas. Mungkin saja anak belum dapat mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan, akan tetapi tubuh dan perilaku anak sudah menunjukkan melalui tangisan berlebih, menghindari situasi tertentu, tantrum, hingga menunjukkan perubahan emosi yang cukup ekstrem.
Baca juga : Anak Usia 4 Tahun Belum Lancar Bicara, Normal atau Tidak? Apakah Termasuk Speech Delay?
Secara psikologis, fobia itu termasuk dalam kategori gangguan kecemasan. Fobia merupakan rasa takut yang cukup intens, berlebihan terhadap situasi, objek, tak rasional, atau pada pengalaman tertentu. Pada anak, fobia itu bisa terjadi terhadap hal-hal yang terlihat sederhana bagi orang dewasa, baik itu rasa takut harus bertemu dengan orang baru, takut suara tertentu, takut sekolah, atau bahkan takut disentuh.
Ketika fobia anak akan:
Dengan begitu, kondisi seperti ini sudah termasuk dalam ranah gangguan kecemasan dan membutuhkan perhatian serius.
Pada dasarnya, fobia itu tak akan muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang bisa memicu gangguan kecemasan pada anak, seperti:
Anak yang pernah mengalami kejadian yang menakutkan, baik itu kecelakaan, terjatuh, kehilangan figur penting, atau dimarahi secara berlebihan yang bisa menyimpan rasa takut saat menatap di alam bawah sadar.
Lingkungan yang terlalu protektif, penuh dengan tekanan, atau sering menampilkan kecemasan yang berlebihan dari orang dewasa bisa membuat anak menyerap dan meniru rasa takut tersebut.
Untuk beberapa anak itu ada yang memiliki sistem saraf yang lebih sensitif, terutama pada ABK (anak berkebutuhan khusus). Hal tersebut akan membuat anak menjadi lebih mudah merasakan kewalahan dan cemas terhadap stimulus tertentu.
Anak yang belum dapat menyalurkan dan mengenali emosinya dengan tepat akan cenderung menyimpan ketakutan dalam bentuk fobia.
Jadi, fobia itu tak dapat dianggap “akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu”. Tanpa adanya pendampingan yang tepat, rasa takut itu bisa terjadi semakin menguat.
Jika dibiarkan, gangguan kecemasan itu bisa berlangsung lama, baik itu secara emosional maupun terhadap perkembangan anak, seperti:
Tak hanya itu, anak yang hidup dalam rasa ketakutan biasanya tumbuh dengan perasaan yang “tidak aman” terhadap dunia di sekitarnya.
Menghadapi fobia dan gangguan kecemasan pada anak itu bukan hanya soal siapa yang salah, melainkan bagaimana mendapatkan solusi yang tepat, pendekatan yang aman, lembut, dan benar-benar memahami sistem saraf anak sangat diperlukan, terutama untuk anak dengan kebutuhan khusus.
Untuk orang tua yang saat ini merasa bingung mencari pendampingan atau tempat pengobatan ABK Pekanbaru untuk mengatasi gangguan kecemasan pada anak dengan ahli terapis yang profesional dan berpengalaman menjadi langkah yang tepat.
Salah satu tempat yang patut untuk dipertimbangkan adalah Rumah Terapi Medical Hacking, tempat terapi yang fokus pada penanganan gangguan perilaku dan emosional anak melalui metode yang personal, terarah, dan berbasis kebutuhan unik setiap anak.
Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi, silahkan klik banner di bawah ini.
Setiap anak itu berhak untuk merasa tenang, aman, dan dipahami. Saat ketakutan itu mulai menguasai dunia kecilnya, dengan kehadiran orang dewasa yang peduli dan membutuhkan bantuan yang tepat, anak tak hanya bisa belajar untuk mengatasi rasa takutnya, namun juga belajar bahwa ia tak sendirian dalam menghadapi dunia ini.














