
Terapi autis remaja - Sebagai terapis yang mendampingi Adha secara langsung, saya selalu bilang ke orang tua kalau setiap anak itu punya perkembangan yang beda-beda. Kita tidak bisa samakan satu anak dengan anak lainnya. Makanya, saya selalu buat evaluasi setiap minggu supaya kita tahu perubahan apa saja yang terjadi pada Adha.
Pas masuk evaluasi minggu kedua, orang tua Adha kasih kabar yang bikin senang. Kalau di minggu pertama itu tantrumnya masih sering banget muncul, sekarang di minggu kedua ini frekuensinya sudah turun banyak. Bahkan dalam seminggu kemarin, tantrum yang besar-besar yang biasanya ada setiap hari, sekarang sudah tidak kelihatan lagi.
Ibunya Adha sempat bilang waktu sesi konsultasi, "Alhamdulillah, minggu ini tantrumnya sudah tidak kayak dulu lagi, sekarang lebih tenang."
Dari apa yang saya lihat dan laporan dari orang tua, emosi Adha sekarang jauh lebih stabil. Kalau dia marah pun, marahnya cuma sebentar saja. Habis itu Adha bisa tenang sendiri dan tidak meledak-ledak lagi kayak kemarin-kemarin. Ini tanda kalau Adha sudah mulai bisa mengatur emosinya dengan baik.
Bukan cuma tantrum saja, tapi hiperaktifnya Adha juga berkurang banyak. Dulu kalau pakai angka 1 sampai 10, hiperaktif Adha itu ada di angka 10. Tapi sekarang menurut keluarga di rumah, aktifnya itu sudah berkurang sampai 50 persen.
Ini artinya energi Adha yang tadinya susah dikontrol sekarang sudah mulai terarah. Gerakan dia yang biasanya tidak bisa diam sekarang sudah mulai berkurang. Adha juga sudah bisa duduk tenang lebih lama kalau dibanding sebelum dia ikut terapi.
Tapi memang setiap ada kemajuan pasti ada fase penyesuaian. Orang tua Adha bilang kalau sekarang Adha jadi lebih banyak diam. Kalau dulu dia sering bersuara atau kayak orang "ngedumel", sekarang dia lebih tenang dan tidak banyak keluar suara.
Simak selengkapnya di Video berikut
Saya sebagai terapis melihat ini sebagai bagian dari proses penataan ulang tubuh dan emosinya. Di awal terapi, tubuh anak memang sedang beradaptasi. Kadang kalau hiperaktif dan tantrumnya turun, anak memang masuk ke fase lebih tenang atau diam. Ini bukan berarti Adha mundur, tapi ini tahap supaya dia lebih stabil.
Baca juga Fokus Ananda Semakin Baik dan Motorik Sensorik Emir yang Terus Berkembang
Saya selalu ingatkan ke orang tua kalau proses ini masih panjang. Minggu kedua ini bukan akhir, tapi bagian dari terapi yang terus berlanjut. Target kita bukan cuma hilangkan tantrum atau hiperaktif, tapi bantu Adha supaya emosinya stabil, lebih fokus, dan komunikasinya bagus.
Terapi yang kita lakukan ini fokus ke stimulasi semuanya, mulai dari saraf sampai perilaku anak. Setiap sesi itu dibuat sesuai kebutuhan Adha sendiri. Saya juga sangat berterima kasih sama orang tua Adha yang rajin dampingi di rumah. Kerja sama antara tempat terapi dan orang tua di rumah itu kunci paling penting buat keberhasilan anak.
Harapan saya buat minggu-minggu depan, Adha bisa lebih maju lagi. Bukan cuma tantrum yang hilang, tapi cara dia bicara dan main sama orang lain juga jadi lebih baik.
Buat kamu atau anda yang punya anak dengan masalah yang sama, seperti hiperaktif tinggi, sering tantrum, atau susah fokus, jangan ragu untuk cari bantuan. Setiap anak punya kesempatan untuk jadi lebih baik kalau ditangani dengan cara yang benar.
Kami buka sesi konsultasi untuk bantu lihat kondisi anak anda secara lengkap. Mari kita sama-sama dampingi anak supaya mereka bisa tumbuh lebih tenang dan bahagia. Anda bisa hubungi kami sekarang untuk tanya-tanya atau jadwal terapi buat anak anda. Oh ya, Medical Hacking juga telah membuka jasa terapi anak autis pekanbaru jadi bagi siapa saja yang mengalami masalah tersebut silahkan konsultasi langsung bersama medical hacking!!














