
Terapi autis remaja - Selama bulan Ramadan, rutinitas harian anak sering mengalami perubahan. Jam makan bergeser, aktivitas siang mungkin lebih santai, dan waktu menunggu berbuka terasa lebih panjang dari biasanya. Dalam kondisi seperti ini, banyak orang tua akhirnya memberikan gadget atau televisi sebagai cara untuk membuat anak tetap tenang.
Bagi orang tua yang memiliki anak dengan autisme, penggunaan layar atau screen time memang sering menjadi alat yang membantu menenangkan anak. Namun jika tidak diatur dengan baik, penggunaan gadget yang berlebihan justru dapat memengaruhi fokus, emosi, serta kualitas tidur anak.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui bagaimana cara mengatur screen time anak autis saat puasa agar tetap seimbang dan tidak mengganggu tumbuh kembangnya.
Ketika anak sedang berpuasa, mereka mungkin memiliki lebih banyak waktu luang karena aktivitas fisik dibatasi agar tidak terlalu lelah. Di sisi lain, rasa lapar dapat membuat anak mudah bosan dan sulit berkonsentrasi pada aktivitas yang membutuhkan energi besar.
Dalam kondisi seperti ini, gadget sering menjadi pilihan yang paling mudah. Anak bisa duduk diam, menonton video, atau bermain game tanpa harus bergerak banyak.
Namun penggunaan layar yang terlalu lama dapat memicu beberapa masalah pada anak dengan autisme, seperti
Karena itu, orang tua perlu membuat aturan screen time yang jelas.
Salah satu cara terbaik untuk mengatur penggunaan gadget adalah dengan membuat jadwal yang konsisten. Anak autis biasanya lebih mudah menerima aturan ketika rutinitas tersebut dilakukan secara teratur setiap hari.
Misalnya, orang tua dapat menentukan waktu tertentu untuk menonton atau menggunakan tablet, seperti setelah sahur atau menjelang waktu berbuka.
Dengan jadwal yang jelas, anak tidak akan terus-menerus meminta gadget sepanjang hari.
Anak dengan autisme sering lebih mudah memahami aturan jika disertai dengan bantuan visual. Orang tua dapat menggunakan timer atau jam untuk menunjukkan berapa lama anak boleh menggunakan gadget.
Misalnya, anak diberi waktu 30 menit untuk menonton video. Ketika timer berbunyi, gadget harus disimpan.
Pendekatan ini membantu anak belajar memahami batasan waktu tanpa merasa aturan tersebut tiba-tiba muncul.
Selain membatasi durasi, orang tua juga perlu memperhatikan jenis konten yang ditonton anak. Pilih konten yang edukatif, tenang, dan tidak terlalu penuh stimulasi visual atau suara.
Konten yang terlalu cepat atau penuh efek suara bisa membuat sistem saraf anak menjadi lebih aktif, sehingga anak menjadi lebih gelisah setelah menonton.
Konten yang sederhana dan edukatif biasanya lebih aman bagi anak.
Untuk menghindari ketergantungan pada gadget, orang tua perlu menyediakan alternatif aktivitas lain yang menyenangkan. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan antara lain:
Menggambar atau mewarnai
Bermain puzzle
Membaca buku cerita
Bermain permainan sederhana bersama keluarga
Aktivitas ini tidak hanya membantu mengurangi screen time tetapi juga mendukung perkembangan kognitif dan sosial anak.
Salah satu hal yang sering tidak disadari adalah penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur anak. Cahaya dari layar dapat memengaruhi produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.
Jika anak menggunakan gadget terlalu dekat dengan waktu tidur, mereka bisa mengalami kesulitan untuk tertidur atau kualitas tidurnya menjadi kurang baik.
Selama Ramadan, kualitas tidur sangat penting karena anak harus bangun lebih awal untuk sahur.
Gadget sebaiknya dipandang sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti interaksi dengan orang tua. Anak autis tetap membutuhkan komunikasi, perhatian, dan aktivitas bersama keluarga.
Melibatkan anak dalam aktivitas sederhana seperti membantu menyiapkan makanan berbuka atau bermain bersama dapat menjadi cara yang baik untuk mengurangi ketergantungan pada layar.
Baca juga Anak Autis dan Kesulitan Mengikuti Jadwal Sahur
Ayah dan Bunda, jika anak dengan autisme sering sulit lepas dari gadget, mengalami kesulitan fokus, atau emosinya mudah berubah ketika screen time dibatasi, kondisi ini bisa berkaitan dengan regulasi sistem saraf dan kemampuan kontrol impuls anak.
Pendekatan terapi yang tepat dapat membantu meningkatkan fokus, memperbaiki regulasi emosi, serta membantu anak mengelola kebiasaan sehari-hari dengan lebih baik.
Medical Hacking menyediakan layanan terapi untuk membantu anak dengan berbagai tantangan tumbuh kembang, termasuk gangguan fokus, hiperaktivitas, kesulitan komunikasi, serta masalah regulasi emosi. Medical Hacking juga telah membuka tempat pengobatan ABK pekanbaru jadi bagi siapa saja yang mengalami masalah tersebut silahkan konsultasi langsung bersama medical hacking!!
Jika Anda ingin memahami kondisi anak secara lebih mendalam dan menemukan pendekatan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya, jangan ragu untuk berkonsultasi.
Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat belajar mengatur kebiasaan sehari-hari, termasuk penggunaan gadget, dengan cara yang lebih sehat dan seimbang.














