
Terapi autis – Bagi orang tua, sahur sering menjadi tantangan tersendiri terlebih lagi bila memiliki anak dengan spektrum autisme. Waktu yang masih sangat pagi, kondisi mengantuk, hingga keterbatasan preferensi makan akan membuat anak lebih cenderung menolak untuk makan. Padahal, asupan sahur itu sangat penting agar anak tetap berenergi dan stabil emosinya selama menjalankan puasa.
Pada umumnya anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) sering memiliki sensory sensitivity terhadap tekstur, rasa, warna, atau aroma makan. Tak sedikit pula yang mengalami picky eating atau pola makan yang terbatas. Oleh karena itu, sahur tak dapat disamakan dengan anak pada umumnya, dibutuhkan strategi yang tepat.
Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua.
Untuk anak yang sudah memiliki daftar makanan favorit, jangan mengganti sepenuhnya saat sahur. Lakukan pendekatan secara bertahap, dengan:
Umumnya, anak autis lebih cenderung merasa nyaman dengan rutinitas. Dengan konsistensi akan membuat mereka jadi lebih mudah dalam menerima makanan.
Baca juga : Dampak Buruknya Jika Anak Autis Kurang Tidur Selama Ramadhan
Beberapa anak autis sangat sensitif terhadap tekstur tertentu (misalnya berkuah, terlalu keras, atau lembek). Pastikan makanan untuk anak autis:
Detail kecil seperti ini akan memengaruhi nafsu makan anak.
Bangunkan anak secara perlahan dan hindari cahaya mendadak atau sura yang keras. Transisi yang lembut akan membantu anak menjadi lebih siap untuk makan.
Jika perlu, beri waktu 10 hingga 15 menit setelah anak bangun sebelum memulai makan sahur agar tubuhnya merasa benar-benar siap.
Anak autis akan merespons visual dengan baik, Anda bisa mencoba:
Dengan memberikan pilihan akan membuat anak jadi merasa memiliki kontrol, sehingga lebih kooperatif.
Sahur yang ideal sebaiknya mengandung:
Dengan asupan gizi yang cukup akan membantu anak dalam menjaga stabilitas emosi dan energi selama puasa.
Bila anak masih terasa sangat selektif terhadap makanan, latihan makanan secara terstruktur melalui terapi bisa sangat membantu. Pendekatan seperti ini akan membantu anak autis untuk belajar menerima variasi rasa dan tekstur secra bertahap.
Untuk orang tua yang sedang bingung mencari rekomendasi tempat terapi ABK Bekasi untuk anak autis, Rumah Terapi Medical Hacking bisa dijadikan tempat terapi yang sesuai dan tepat.
Rumah Terapi Medical Hacking menyediakan program terapi yang dirancang secara personal dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan unik tiap anak.
Dengan pendampingan yang konsisten, anak autis tetap bisa menjalani bulan Ramadhan dengan lebih nyaman dan bersemangat.
Untuk Anda yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang program terapi yang tepat untuk anak autis, silakan hubungi Medical Hacking dengan klik banner di bawah ini.
Menghadapi tantangan sahur bersama anak autis memang tak mudah. Ada hari dimana anak akan menolak untuk makan, ada pula saat emosi terasa naik turun. Namun tiap usaha yang orang tua lakukan merupakan bentuk cinta yang sangat luar biasa. Tak ada progres yang sia-sia, karena langkah kecil hari ini bisa menjadi fondasi yang besar untuk masa depan anak.














