
Terapi autis – Hari lebaran merupakan hari yang penuh dengan momen kebahagiaan, rumah yang dipenuhi dengan keluarga, suara tawa yang terdengar dimana-mana, makanan yang khas tersaji di meja, dan silaturahmi yang berlangsung sepanjang hari. Namun bagi sebagian anak dengan autisme, suasanya tersebut akan terasa melelahkan baginya.
Tak sedikit anak autis yang memiliki sensitivitas sensorik yang lebih tinggi terhadap cahaya, suara, aroma, sentuhan, atau keramaian. Percakapan yang banyak, lampu yang terang, musik, hingga bau makanan yang kuat bisa memicu sensory overload atau kelebihan rangsangan pada sistem saraf anak. Kondisi seperti ini bisa membuat anak jadi merasa cemas, menarik diri, hingga mengalami kelelahan emosional atau meltdown.
Oleh karena itu, merupakan hal penting bagi orang tua dan keluarga untuk menciptakan suasana lebaran yang lebih ramah sensori, agar anak autis tetap merasa nyaman, aman, dan bisa menikmati kebersamaan dengan menggunakan caranya sendiri.
Baca juga : Anak Autis dan Stres Perjalanan Mudik Lebaran
Berikut ini ada tips yang bisa diterapkan untuk mendukung anak autis saat menghadapi perayaan besar atau acara keluarga saat lebaran.
Karena rumah akan dipenuhi dengan tamu, sediakan satu ruangan yang redup pencahayaannya, tenang, dan minim suara. Ruangan tersebut akan menjadi tempat untuk anak beristirahat saat dirinya sudah mulai merasa kewalahan.
Anak autis akan merasa lebih aman bila sudah mengetahui apa saja yang akan terjadi. Jadi buatkan jadwal sederhana atau visual schedule yang menjelaskan kegiatan pada hari itu, seperti waktu tamu datan, makan bersama, hingga waktu istirahat.
Siapkan tas kecil yang berisikan benda-benda yang dapat membantu anak autis agar merasa nyaman, seperti headphone, kacamata hitam (saat cahaya terang), mainan favorit, boneka yang memberinya rasa aman.
Tak semua anak autis bisa bersosialisasi dalam waktu yang cukup lama. Jadi, jangan paksakan anak untuk terus berkumpul di keramaian.
Beberapa hal kecil bisa membantu membuat suasana jadi lebih ramah sensori, seperti:
Beberapa hal tersebut bisa mengurangi rangsangan yang berlebih yang dapat memicu rasa tidak nyaman pada anak autis.
Yang paling penting ialah, jangan pernah memaksakan anak untuk bersalaman, berbicara dengan semua orang, atau dipeluk. Biarkan mereka berinteraksi sesuai denan kenyamanannya.
Dengan memberikan pengertian dan ruang justru bisa membantu anak untuk belajar bersosialisasi secara posifit dan bertahap.
Selain memberikan dukungan dari keluarga, tak sedikit anak autis yang juga membutuhkan pendampingan terapi yang tepat untuk membantu perkembangan komunikasi, sensorik, dan kemampuan sosialnya.
Untuk orang tua maupun keluarga yang sedang mencari tempat pengobatan autis Pekanbaru yang ramah anak dan menggunakan pendekatan aman tanpa efek samping, Rumah Terapi Medical Hacking merupakan tempat yang paling banyak direkomendasikan.
Tempat terapi ini sangat dikenal karena memberikan pendekatan terapi yang fokus pada kenyamanan anak serta membantu perkembangan secara bertahap dengan menggunakan metode yang lebih alami.
Untuk menghubungi Medical Hacking, silahkan klik banner di bawah ini.
Di hari lebaran, yang paling dibutuhkan oleh anak autis bukanlah keramaian, melainkan penerimaan, kesabaran, dan kasih sayang dari orang-orang terdekat.
Bersama Medical Hacking, mari dampingi anak autis dengan penuh cinta dan kasih sayang.














