
Terapi autis – Hari lebaran biasanya identik dengan suasana yang hangat, rumah yang ramai, dan keluarga besar yang datang untuk bersilaturahmi. Untuk kebanyakan orang, momen seperti ini akan terasa sangat menyenangkan. Berbeda untuk sebagian anak autisme, suasana ramai saat lebaran bisa menjadi situasi yang membuatnya merasa kurang nyaman.
Tak sedikit orang tua yang merasa anaknya yang autis lebih memilih untuk menyendiri di kamar, tampak menutup diri, atau duduk di sudut ruangan saat rumah sedang ramai orang. Hal tersebut bukan disebabkan oleh anak yang tak ingin bersosialisasi, melainkan karena mereka sedang mengalami overstimulasi, yaitu kondisi saat otak sedang menerima terlalu banyak rangsangan sekaligus.
Baca juga : Cara Mengatur Ekspektasi Keluarga Tentang Anak Autis saat Kumpul Keluarga
Suasanya yang ramai, orang yang datang silih berganti, aroma makanan yang kuat, hingga perubahan rutinitas yang terjadi secara mendadak bisa membuat anak autis jadi merasa kewalahan. Saat hal tersebut terjadi, menyendiri merupakan cara alami dari anak autis untuk menenangkan diri.
Ada beberapa alasan umum mengapa anak autis lebih memilih untuk menarik diri dari suasana rumah yang ramas saat hari raya:
Anak autis memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap suara. Suasana yang ramai akan terasa sangat mengganggu bagi mereka.
Biasanya, anak autis akan merasa nyaman dengan rutinitas yang konsisten. Pada saat lebaran, baik jadwal makan, tidur, dan aktivitas lainnya bisa berubah secara drastis.
Tak sedikit orang yang menyapa, mengajak bicara, atau memeluk akan membuat anak autis merasa kewalahan atau cemas.
Dekorasi rumah, makanan, pakaian baru, serta aktivitas yang berbeda dari biasanya akan memicu kelelahan sensorik.
Dibutuhkan pemahaman yang baik, agar tak salah dalam menilai perilaku anak autis. Dengan menyendiri bukan berarti anak tak bahagia atau menghargai keluarga, melainkan itu merupakan cara mereka untuk melindungi diri dari saya tak nyaman.
Agar anak tetap merasa nyaman dan aman saat lebaran, sebaiknya lakukan langkah seperti:
Selain dukungan dari keluarga, tak sedikit anak autis yang juga membutuhkan pendampingan terapi yang tepat dan sesuai untuk membantunya dalam mengelola emosi, meningkatkan kemampuan sosial, serta menghadapi situasi baru seperti keramaian di hari lebran.
Dengan pendekatan terapi yang tepat secara bertahap, ramah anak, dan bisa membantu perkembangan anak secara menyeluruh tanpa harus memberikan tekanan yang berlebihan.
Untuk orang tua yang sedang bingung mencari tempat pengobatan autis di Pekanbaru, yang sesuai untuk anak autis dan banyak direkomendasikan , Rumah Terapi Medical Hacking bisa dijadikan pilihan tepat. Tempat terapi ini dikenal secara luas karena menggunakan pendekatan yang alami yang bertujuan untuk membantu perkembangan anak autis secara bertahap, alami dan tanpa efek samping.
Dengan pendampingan terapi yang tepat bisa membantu anak agar lebih mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengelola sensitivitas sensorik anak dalam berinteraksi dengan orang lain.
Hubungi Rumah Terapi Medical Hacking dengan klik banner di bawah ini.
Dengan kesabaran, kasih sayang, dan pendampingan yang tepat, anak autis akan merasakan betapa hangatnya makna lebaran, hari yang penuh dengan cinta, maaf, dan penerimaan.














