Kantor Pusat:
Jl. Pd. Betung Raya No.10A, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15220
LAYANAN KONSULTASI GRATIS:
artikel
ARTIKEL KESEHATAN

Strategi Mengurangi Tantrum Anak Autis Saat Silaturahmi Lebaran

30/Mar/2026
Rate this post

Terapi autis remaja - Silaturahmi di waktu Lebaran adalah tradisi yang sangat penting buat masyarakat di Indonesia. Biasanya keluarga akan datang berkunjung ke rumah saudara, berkumpul bersama, dan menikmati suasana yang ramai. Tapi untuk anak yang memiliki kondisi autisme, situasi yang ramai seperti ini bisa jadi hal yang sangat berat.

Kondisi rumah yang penuh orang, jadwal yang berubah, dan suara bising bisa membuat anak merasa capek secara emosi dan sensorik. Kadang anak akan menangis, marah, atau mengalami tantrum karena merasa stres di tengah keramaian itu.

Tantrum pada anak autis itu sebenarnya bukan karena mereka nakal atau sulit diatur. Itu adalah reaksi tubuh mereka karena merasa tertekan atau menerima terlalu banyak rangsangan dari luar. Jadi, kamu harus paham apa penyebabnya supaya bisa membantu anak menghadapi acara silaturahmi Lebaran dengan lebih baik.

Kenapa Anak Bisa Tantrum Saat Acara Silaturahmi?

Acara Lebaran biasanya melibatkan banyak orang di dalam satu ruangan. Ada banyak suara orang bicara, anak diminta salaman dengan banyak orang, dan banyak kegiatan lain yang terjadi cepat sekali.

Anak autis sering punya sensitivitas sensorik yang tinggi. Situasi ramai ini bisa bikin mereka kena sensory overload. Ini adalah kondisi di mana saraf anak menerima terlalu banyak suara atau sentuhan secara bersamaan. Kalau hal ini terjadi, biasanya anak akan menunjukkan tanda seperti

  • Menjadi sangat gelisah atau tidak tenang.
  • Menutup telinga mereka dengan tangan atau menutup wajah.
  • Menangis kencang atau marah tiba-tiba.
  • Tidak mau bicara atau tidak mau didekati orang lain.

Tantrum ini muncul karena anak sudah tidak kuat lagi menahan rasa tidak nyaman dari lingkungan sekitarnya.

Memberi Penjelasan Kepada Anak Sebelum Berangkat

Cara yang bagus untuk mengurangi tantrum adalah memberi tahu anak sebelum pergi ke acara keluarga. Kamu bisa menjelaskan ke mana kalian akan pergi, siapa saja orang yang akan ada di sana, dan seperti apa suasana rumah yang dikunjungi.

Kalau anak sudah punya gambaran, mereka jadi tidak terlalu kaget. Penjelasan yang sederhana akan sangat membantu anak untuk merasa lebih siap.

Jangan Berkunjung Terlalu Lama

Tidak semua anak autis bisa kuat berada di tempat ramai dalam waktu yang lama. Kamu harus mempertimbangkan untuk membatasi waktu kunjungan. Misalnya, tidak perlu berjam-jam di satu rumah.

Kalau kunjungannya sebentar, anak jadi tidak terlalu capek. Ini sangat membantu untuk mencegah anak menjadi stres dan tantrum.

Cari Tempat yang Sepi untuk Istirahat

Jika kamu melihat anak mulai gelisah, segera ajak mereka ke tempat yang lebih sepi. Cari ruangan yang tidak banyak orang supaya anak bisa tenang sebentar. Waktu istirahat ini sangat penting supaya saraf anak bisa kembali stabil dan tidak merasa terganggu lagi oleh suara berisik.

Tetap Tenang dan Lembut Kepada Anak

Saat anak mulai tantrum, kamu sebagai orang tua harus tetap tenang. Jangan ikut marah atau membentak. Gunakan suara yang pelan dan lembut supaya anak merasa aman.

Kamu bisa memeluk anak kalau mereka memang suka dipeluk, atau cukup menemani mereka sampai emosinya tenang kembali. Hindari memaksakan kehendak atau memarahi anak di depan orang banyak karena itu bisa memperburuk keadaan.

Baca juga Anak Autis dan Tantangan Komunikasi Saat Berkumpul di Momen Lebaran

Mengajak Anak Ikut Kegiatan Secara Perlahan

Supaya anak tetap merasa ikut merayakan Lebaran, kamu bisa mengajak mereka melakukan hal kecil. Misalnya main sebentar dengan sepupu atau membantu menaruh makanan di meja. Lakukan ini secara bertahap saja dan jangan dipaksa kalau anak menolak. Dengan begitu, anak bisa belajar berinteraksi tanpa merasa terbebani.

Kamu Harus Fleksibel dengan Keadaan

Setiap anak punya batas kemampuan yang beda-beda. Kalau anak terlihat sudah sangat tidak nyaman, kamu tidak perlu memaksa untuk tetap mengikuti semua acara. Menjadi fleksibel atau mengalah pada keadaan anak akan membuat anak merasa lebih aman dan terlindungi.

Pendampingan yang Tepat untuk Emosi Anak

Ayah dan Bunda, kalau anak dengan autisme sering sekali tantrum di tempat ramai atau susah mengatur emosi saat acara keluarga, mungkin mereka butuh bantuan terapi yang tepat. Terapi bisa membantu anak supaya lebih pintar dalam mengatur sensorik dan emosinya.

Medical Hacking punya layanan terapi untuk membantu anak yang punya tantangan tumbuh kembang. Kami bisa membantu untuk masalah gangguan sensorik, anak yang sangat aktif (hiperaktif), sulit komunikasi, sampai masalah emosi yang sering meledak. Oh ya, Medical Hacking juga telah membuka tempat terapi ABK jakarta jadi bagi siapa saja yang membutuhkan layanan terapi terkait, silahkan konsultasi langsung bersama medical hacking!!

Kalau anda ingin tahu lebih banyak soal kondisi anak dan ingin mencari cara terapi yang pas supaya anak lebih nyaman di lingkungan sosial, silakan berkonsultasi dengan kami.

Dengan bantuan yang benar, anak bisa belajar mengontrol emosinya sehingga mereka bisa lebih tenang saat diajak pergi ke mana saja.

Tenaga Kesehatan Profesional
bu-fitri
M. Roihan Naufal, Str, Akp 
umi ana terapis medicalhacking.co.id
 Rahma Atillah, Str, Akp
tenaga medis
Str, Akp
LIPUTAN MEDICAL HACKING DI MEDIA
TESTIMONI DARI YANG PERNAH BEROBAT
logo trans hitam
Konsultasi Gratis!
Rumah Terapi Medical Hacking, "The Real Medical Hacker"
Alamat rumah terapi Medical Hacking
MEDICAL HACKING PUSAT
Jl. Pd. Betung Raya No.10A, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15220
+62 852-8196-6899
CABANG BEKASI
Jl.Pulo Ribung Blok AR1 No.29 Ruko Taman Galaxy, Grand Galaxy, Jakasetia, Bekasi Selatan – Jawa Barat 17147
Google Maps
+62 822-7478-9899
CABANG PEKANBARU
Jl. Dahlia No .34, Kec. Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau 28122
Google Maps
+62 821-2266-8799
support
LAYANAN KONSULTASI GRATIS
icon
© Rumah Sehat Medical Hacking 2019
map-markerchevron-down-circle