
Terapi autis – Menghadapi anak yang terlalu aktif, banyak orang tua yang akan bertanya-tanya, “Anak saya memang aktif atau sebenarnya mengalami ADHD?” pertanyaan ini memang wajar, terutama bila anak terlihat sulit diam, sangat impulsif, atau terdistraksi jika dibandingkan dengan teman seusianya. Namun, tak sedikit anak yang pada akhirnya mengalami keterlambatan pendampingan dikarenakan perilakunya yang dianggap hanya “fase anak aktif biasa”.
Padahal, memahami perbedaan antara anak aktif dan ADHD sejak dini itu sangat penting agar tumbuh kembang anak bisa diarahkan secara optimal.
Baca juga : Waspadai Sejak Dalam Kandungan: Ini Penyebab Ibu Mengandung Bayi Tunanetra yang Jarang Disadari
Pada dasarnya, anak-anak itu memiliki energi yang besar. Mereka suka memanjat, berlari, berbicara secara terus-menerus, dan mudah bosan. Anak aktif itu biasanya masi bisa:
Seperti, anak yang terlalu ramai saat bermain namun masih bisa duduk dengan tenang saat menonton film favorit atau mendengarkan sebuah cerita. Kondisi seperti ini biasanya masih termasuk dalam perkembangan yang normal.
ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan perkembangan saraf yang bisa memengaruhi kemampuan anak untuk mengatur kontrol impuls, fokus, dan aktivitas fisik.
Perlu diketahui jika anak dengan ADHD itu bukan hanya aktif, melainkan sering mengalami kesulitan yang cukup konsisten di berbagai situasi, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan sosial.
Ada beberapa tanda yang harus diperhatikan, seperti:
Anak mudah terdistraksi bahkan saat melakukan aktivitas sederhana. Anak sering tidak menyelesaikan tugasnya, tampak tak mendengarkan saat diajak bicara, atau lupa instruksi.
Anak sering bertindak tanpa memikirkannya terlebih dahulu, seperti sulit untuk menunggu giliran, memotong pembicaraan, atau melakukan tindakan yang berisiko tanpa harus mempertimbangkan akibatnya.
Berbeda dengan anak aktif biasanya, anak dengan ADHD akan sering terlihat “tak dapat berhenti bergerak” walaupun situasinya mengharuskan anak untuk tenang, seperti saat makan bersama atau sedang belajar.
Perilaku tersebut terjadi secara terus-menerus selama berbulan-bulan lamanya hingga memengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi, belajar, hingga aktivitas sehari-hari.
Penanganan yang tepat sejak dini akan membantu anak agar:
Begitu pula sebaliknya, bila ADHD tak dipahami dengan baik maka anak juga bisa dianggap nakal, sering dimarahi, bahkan mengalami kesulitan akademik dan emosional dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, saat sudah terlihat tanda-tanda yang mengarah pada ADHD, konsultasikan dan berikan pendampingan yang tepat sebagai langkah bijak yang tak boleh ditunda-tunda.
Untuk orang tua yang membutuhkan layanan terapi ABK Bekasi, sebaiknya pilih tempat yang tak hanya fokus pada terapi saja, melainkan juga benar-benar memahami kebutuhan unik setiap anak.
Salah satu tempat terapi yang banyak direkomendasikan di Bekasi adalah Rumah Terapi Medical Hacking. Tempat terapi ini memberikan pendampingan yang cocok untuk berbagai gangguan tumbuh kembang anak, termasuk ADHD, speech delay, gangguan fokus, sensory issue, hingga kebutuhan khusus lainnya.
Pendekatan terapi di Medical Hacking akan dilakukan secara bertahap dan bisa disesuaikan dengan kondisi dari masing-masing anak, sehingga orang tua bisa memahami perkembangan anak dengan lebih terarah.
Setiap anak memiliki potensi yang sangat luar biasa, bila mendapatkan dukungan yang tepat. Anak dengan ADHD bukan nakal atau kurang disiplin, melainkan membutuhkan cara belajar dan pendampingan yang berbeda.
Jika tanda-tanda kesulitan fokus, impulsif, atau hiperaktif yang berlebihan pada anak, jangan pernah ragu untuk meminta bantuan profesional sejak dini.
Hubungi Medical Hacking dengan cara klik banner di bawah ini. 
Bersama Medical Hacking, Anda tak perlu lagi bingung dalam menghadapi proses tumbuh kembang anak seorang diri. Dengan pendampingan yang tepat, anak Anda bisa tumbuh dan kembang dengan penuh percaya diri, mandiri, dan mencapai potensi terbaik dalam dirinya.














