
Terapi autis remaja - Baru gerimis dikit dan petir mulai menggelegar, eh ada anak yang langsung nutup telinga, menangis, bahkan panik luar biasa. Kondisi seperti ini cukup sering terjadi pada anak berkebutuhan kusus (ABK) yang memiliki sensitivitas sensorik tinggi. Karena itu, banyak orang tua mencari cara mengatasi anak autis yang takut suara petir agar si kecil bisa merasa lebih aman saat cuaca buruk datang.
Dan yang perlu dipahami, ketakutan ini bukan sekadar takut biasa seperti orang kaget dengar suara keras. Bagi sebagian anak autis, suara petir bisa terasa berkali-kali lipat lebih keras, lebih mengejutkan, dan lebih mengganggu sehingga tubuh mereka langsung memberikan respons yang sangat kuat.
Sebelum memahami cara mengatasi anak autis yang takut suara petir, penting untuk mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Banyak anak autis memiliki gangguan pemrosesan sensorik. Artinya, suara yang bagi orang lain terdengar biasa saja bisa terasa sangat keras dan mengganggu bagi mereka.
Kondisi ini juga sering ditemukan pada beberapa ABK lainnya, termasuk anak dengan cerebral palsy maupun down syndrome. Setiap anak memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Saat menghadapi suara petir, sebagian anak menunjukkan reaksi yang cukup jelas. Mengenali tanda-tandanya dapat membantu orang tua memberikan penanganan lebih cepat. Dan beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
Jika kondisi ini terus berulang, maka orang tua perlu mulai menerapkan cara mengatasi anak autis yang takut suara petir secara bertahap dan konsisten.
Baca juga: Jangan Langsung Dipaksa! Ini Tips Mengatasi Anak Autis yang Menolak Memakai Masker yang Wajib Dicoba
Ketakutan terhadap suara petir tidak bisa dihilangkan secara instan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat membantu anak belajar merasa lebih aman saat menghadapi situasi tersebut. Langkah-langkah tersebut, yakni:
Saat cuaca mulai mendung, coba beri tahu anak bahwa kemungkinan akan turun hujan dan terdengar suara petir. Dengan begitu, anak tidak merasa kaget ketika suara tersebut muncul.
Buat area khusus yang membuat anak merasa aman. Misalnya kamar dengan pencahayaan yang nyaman, selimut favorit, atau mainan kesukaannya.
Bagi sebagian anak, penggunaan headphone noise cancelling cukup membantu mengurangi intensitas suara yang masuk ke telinga.
Mengajak bermain, menggambar, membaca buku, atau menonton tayangan edukatif bisa membantu mengurangi fokus anak terhadap suara petir.
Salah satu cara mengatasi anak autis yang takut suara petir adalah mengenalkan suara petir secara perlahan melalui rekaman dengan volume rendah. Pendekatan ini dilakukan bertahap agar anak terbiasa tanpa merasa terancam.
Jika ketakutan sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terapi dapat menjadi solusi yang layak dipertimbangkan. Melalui pendampingan yang tepat, anak dapat belajar mengelola respons sensoriknya dengan lebih baik.
Salah satu tempat yang bisa menjadi pilihan adalah Medical Hacking. Medical Hacking merupakan rumah terapi yang fokus membantu masyarakat Indonesia agar mampu memperbaiki kondisi tubuh secara alami. Pendekatan yang dilakukan berfokus pada mengembalikan struktur anatomi tubuh ke kondisi optimal sehingga berbagai gangguan dapat ditangani dari akar penyebabnya.
Selain menangani berbagai kebutuhan ABK, Medical Hacking juga menyediakan jasa terapi alami autis Depok yang membantu anak mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya. Pendekatan yang digunakan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi setiap anak.
Bila kamu ingin mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai layanan yang tersedia, kamu bisa langsung klik banner di atas yang terhubung ke WhatsApp admin Medical Hacking untuk konsultasi lebih lanjut.














