
Terapi autis – Di era yang serba digital ini tak sedikit orang tua yang merasa khawatir saat melihat anaknya yang terlalu sering bermain gadget. Hingga muncul anggapan jika penggunaan gadget bisa menyebabkan autisme pada anak. Pertanyaannya, benarkan gadget itu bisa menyebabkan autis?
Jawabannya tentu saja tidak.
Karena, hingga saat ini ada berbagai organisasi kesehatan dunia dan penelitian yang belum menemukan bukti ilmiah yang menyatakan jika gadget bisa menyebabkan autisme. Autisme atau ASD (Autism Spectrum Disorder) merupakan gangguan perkembangan saraf yang berkaitan dengan faktor biologis dan genetik yang kompleks, tak hanya disebabkan oleh penggunaan tablet, smartphone, atau televisi.
Baca juga : Bagaimana Cara Mendisiplinkan Anak dengan Conduct Disorder? Ini yang Perlu Dipahami Orang Tua
Kesalahpahaman tersebut bisa terjadi disebabkan oleh beberapa gejala yang tampak mirip. Dimana anak yang terlalu lama terpapar gadget sering menunjukkan perilaku seperti:
Perilaku tersebut bisa membuat orang tua merasa cemas dan menganggap jika anak mengalami autisme. Padahal kondisi merupakan dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan.
Sementara itu, anak dengan autisme itu memiliki karakteristik yang jauh lebih kompleks, seperti kesulitan dalam pola perilaku yang berulang, komunikasi sosial, hingga tantangan dalam memahami interaksi sosial sejak anak usia dini.
Walaupun tak menyebabkan autisme, penggunaan gadget secara berlebihan juga perlu diwaspadai. Terutama untuk masa perkembangan emas (golsen age), dimana anak membutuhkan interaksi secara langsung dengan orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitarnya untuk dapat mengembangkan kemampuan emosi, bahasa, hingga keterampilan sosial.
Bila sebagian besar waktu anak itu dihabiskan di depan layar, kesempatan untuk belajar berinteraksi dan komunikasi akan berkurang. Sehingga, muncul berbagai hambatan perkembangan yang bisa menyerupai dengan gejala autisme.
Apabila didapati beberapa pertanda seperti keterlambatan bicara, kurang respons terhadap lingkungan, minimnya kontak mata, atau kesulitan dalam berinteraksi sosial, langkah terbaik bukanlah menyalahkan gadget melainkan lakukan evaluasi dan pendampingan sejak dini. Karena, semakin cepat anak mendapatkan penanganan yang tepat, semakin besar pula peluang anak untuk mendapatkan perkembangan yang optimal.
Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Jadi, proses pendampingan dan terapi sebaiknya dilakukan secara individual sesuai dengan kondisi dari masing-masing anak.
Untuk orang tuan yang membutuhkan rekomendasi tempat pengobatan alami ABK Jakarta, Medical Hacking adalah tempat yang tepat dan banyak dijadikan pilihan oleh orang tua yang ingin memberikan pendampingan untuk anak berkebutuhan khusus yang tak hanya fokus pada gejala saja, tetapi juga membantu mengoptimalkan fungsi tubuh, kemampuan belajar, perkembangan, hingga kualitas hidup anak secara menyeluruh.
Pendekatan yang diberikan oleh Medical Hacking terintegrasi antara terapi, stimulasi perkembangan, evaluasi berkala, hingga edukasi orang tua sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan spektrum autisme.
Hubungi Medical Hacking dengan klik banner di bawah ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Medical Hacking juga hadir di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Pekanbaru, Tangerang, Bekasi, dan beberapa kota lainnya untuk mempermudah banyak keluarga yang membutuhkan layanan terapi dan pendampingan yang dibutuhkan.
Dengan dukungan tenaga profesional, evaluasi yang berkelanjutan, dan keterlibatan aktif dari orang tua, Rumah Terapi Medical Hacking telah berkomitmen untuk membantu setiap anak agar dapat mencapai potensi terbaik dalam dirinya.














