
Tempat pengobatan autis anak - "Setiap pagi jari jari tangan saya rasanya kaku sekali." "Lutut sering nyeri, tapi pas dirontgen katanya normal." "Kadang yang sakit tangan kanan, besoknya tiba tiba pindah ke pergelangan kaki."
Cerita cerita seperti ini sangat sering saya dengar dari orang yang hidup dengan lupus. Bahkan banyak yang awalnya tidak tahu kalau mereka terkena lupus karena gejala pertamanya cuma sekadar nyeri sendi biasa.
Masalahnya adalah nyeri sendi itu keluhan sejuta umat. Kita sering mengira itu cuma karena capai habis kerja, faktor usia, atau kebanyakan makan emping alias asam urat. Banyak juga yang memilih cuek saja karena toh nanti sakitnya hilang sendiri.
Padahal kalau nyeri itu datang terus menerus dan mulai dibarengi rasa lelah yang aneh, demam tipis, ruam di wajah, atau rambut rontok parah, tubuh sebenarnya sedang berteriak minta tolong. Jangan diabaikan lagi.
Lalu kenapa sih lupus hobi banget bikin sendi jadi ngilu?
Sederhananya lupus itu penyakit autoimun. Sistem imun yang harusnya jadi satpam penjaga tubuh malah bingung dan menyerang jaringan tubuh kita sendiri.
Sendi menjadi salah satu target paling favorit yang sering diincar. Ketika imun menyerang, area di sekitar sendi akan meradang sehingga rasanya menjadi sangat nyeri, kaku, bahkan sampai bengkak.
Tapi tingkat keparahannya beda beda pada setiap orang. Ada yang cuma merasa pegal ringan seperti habis olahraga, tapi ada juga yang sampai menangis karena tidak sanggup hanya untuk sekadar memegang sendok.
Penyakit ini sebenarnya bisa menyerang sendi mana saja di seluruh tubuh tanpa pandang bulu.
Meski begitu ada beberapa area yang paling sering dilaporkan penderita, contohnya jari jari tangan, pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, sikut, hingga bagian bahu.
Menariknya keluhan ini sering muncul di kedua sisi tubuh sekaligus. Jadi kalau pergelangan tangan kanan terasa ngilu, biasanya pergelangan tangan kiri tidak lama kemudian bakal ikut merasakan hal yang sama.
Banyak penderita yang mengeluh tidak bisa langsung beranjak dari kasur pagi hari. Mereka butuh waktu diam beberapa menit hanya untuk melemaskan jari atau kaki. Biasanya rasa kaku ini baru pelan pelan berkurang setelah tubuh dipakai untuk bergerak dan mandi air hangat.
Hari ini lutut kiri yang sakit sampai buat jalan saja susah. Besoknya lutut sudah aman, tapi ganti pergelangan tangan yang mendadak ngilu. Pola acak yang berpindah pindah seperti ini memang menjadi ciri khas yang sering membingungkan penderita lupus.
Beberapa orang akan mendapati area sendinya memerah dan sedikit membengkak saat diraba. Tapi ini tidak mutlak terjadi. Ada kalanya rasa nyerinya luar biasa hebat padahal kalau dilihat dari luar sendinya tampak normal normal saja tanpa ada bengkak sedikit pun.
Hal hal sepele yang biasa kita lakukan tanpa berpikir bisa berubah jadi tantangan berat. Membuka tutup botol, mengetik di ponsel, memutar kunci rumah, atau sekadar mengancingkan baju akan terasa sangat menyiksa ketika sendi sedang meradang.
Nyeri sendi ini hampir selalu sepaket dengan rasa lelah yang teramat sangat. Tubuh rasanya seperti kehabisan baterai. Akibatnya penderita jadi malas bergerak karena takut sendinya malah makin tambah sakit.
Baca juga Perkembangan Komunikasi Menunjukkan Hasil Positif Setelah Menjalani Terapi
Jawabannya belum tentu sama.
Rasa nyeri di persendian itu punya banyak sekali dalang, mulai dari pengapuran, rheumatoid arthritis, cedera otot, infeksi, sampai masalah autoimun lainnya.
Khusus untuk kasus lupus, nyeri ini muncul murni karena proses peradangan kronis yang disetir oleh kacaunya sistem imun kita sendiri. Diagnosisnya tidak bisa ditebak tebak hanya dari lokasinya saja, melainkan harus diperiksa secara menyeluruh oleh ahlinya.
Rasa nyeri bisa mendadak jadi berkali kali lipat lebih mengganggu karena dipicu beberapa hal, misalnya kurang tidur, fisik yang dipaksa bekerja terlalu keras, stres pikiran yang menumpuk, atau saat kondisi imun tubuh memang sedang drop.
Setiap orang punya tombol pemicu yang berbeda. Mencatat kapan saja nyeri itu kambuh bisa membantu kita membaca sinyal yang dikirim oleh tubuh.
Diam seharian di kasur karena takut sakit justru keliru besar. Sendi yang didiamkan malah akan semakin kaku dan membeku. Cobalah jalan kaki santai di halaman rumah atau lakukan peregangan ringan agar sendi tetap fleksibel.
Semakin berat tubuh kita, semakin keras pula sendi lutut dan pergelangan kaki harus menopang beban. Menjaga berat badan tetap stabil akan sangat mengurangi tekanan dan siksaan pada sendi sendi bawah.
Pastikan piring makan Anda diisi oleh protein yang cukup, vitamin, dan mineral. Jangan lupa penuhi kebutuhan air putih harian untuk membantu melumasi persendian dari dalam.
Saat kita tidur pulas, tubuh sebenarnya sedang sibuk bekerja memperbaiki jaringan yang rusak sekaligus menenangkan sistem imun yang sedang mengamuk. Kurang tidur hanya akan memancing peradangan datang lagi.
Pikiran yang tenang terbukti bisa membuat tubuh lebih kebal terhadap rasa sakit. Cari cara untuk relaksasi, entah itu mendengarkan musik atau sekadar mengobrol dengan orang terdekat.
Menjaga tubuh tetap aktif itu bagus, tapi memaksakan diri saat sendi sedang meradang hebat jelas bukan tindakan yang bijak.
Mulailah belajar mendengarkan bahasa tubuh Anda sendiri. Kalau tubuh memberi sinyal lelah dan sakit, langsung ambil jeda untuk beristirahat. Nanti kalau kondisinya sudah membaik, Anda bisa kembali beraktivitas secara bertahap.
Keseimbangan antara kapan harus bergerak dan kapan harus istirahat adalah kunci utamanya.
Masalah nyeri sendi pada lupus ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan melihat bagian sendinya saja.
Kondisi imun, jam tidur, makanan yang masuk ke mulut, tingkat stres, hingga metabolisme tubuh saling mempengaruhi satu sama lain dalam menciptakan rasa nyeri tersebut.
Merawat kesehatan tubuh secara menyeluruh dari berbagai aspek adalah jalan terbaik untuk membuat hidup penderita lupus menjadi lebih nyaman dan berkualitas. Tubuh kita ini satu kesatuan yang saling terikat. Begitu keseimbangannya kembali, aktivitas harian pasti bisa dijalani dengan senyuman lagi.
Nyeri sendi memang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi penderita lupus. Mengenali polanya dan konsisten menjaga gaya hidup sehat akan sangat membantu Anda berdamai dengan kondisi ini.
Rumah Terapi Medical Hacking hadir menawarkan jalan keluar holistik melalui perpaduan terapi akupunktur, terapi bekam, serta pengaturan nutrisi yang dirancang khusus untuk mengembalikan keseimbangan alami tubuh Anda.
Mari diskusikan keluhan Anda dan dapatkan layanan konsultasi GRATIS sekarang juga melalui WhatsApp.














