
Terapi autis anak - Hari Raya Idulfitri atau yang biasa kita panggil Lebaran memang waktu yang sangat identik sama acara kumpul-kumpul. Biasanya banyak keluarga akan datang, saling berkunjung ke rumah saudara, dan merayakan hari kemenangan dengan suasana yang sangat meriah. Tapi kita perlu tahu kalau buat sebagian anak dengan kondisi autisme, suasana Lebaran yang ramai dan penuh kegiatan begini bisa jadi hal yang bikin mereka capek secara sensorik.
Cukup banyak orang tua yang baru sadar kalau setelah pulang dari acara keluarga atau setelah ketemu banyak orang, anak mereka jadi lebih gampang marah. Kadang anak juga kelihatan sangat lelah atau malah sampai tantrum. Kondisi ini yang sering disebut orang sebagai kelelahan sensorik atau sensory overload. Ini terjadi pas sistem saraf anak dapat terlalu banyak rangsangan dalam satu waktu yang sama.
Kalau orang tua bisa paham kondisi ini, pasti akan lebih mudah buat kasih dukungan yang pas. Tujuannya supaya anak kamu tetap merasa nyaman meskipun di tengah suasana perayaan Lebaran.
Kelelahan sensorik itu keadaan pas otak anak menerima terlalu banyak informasi dari lingkungan sekitarnya. Hal ini bikin otak jadi sulit buat proses semuanya sekaligus. Pada anak dengan autisme, sistem sensorik mereka memang sering bekerja dengan cara yang beda. Jadi mereka biasanya lebih sensitif kalau ada rangsangan dari luar. Pas hari Lebaran, anak bisa kena banyak stimulasi secara barengan, contohnya
Anda sebagai orang tua harus tahu apa saja tanda-tandanya kalau anak sudah mulai merasa capek secara sensorik. Ada beberapa tanda yang biasanya sering muncul, yaitu
Biasanya tanda-tanda ini keluar pas anak memang sudah tidak kuat lagi memproses semua hal yang ada di lingkungannya.
Buat anak autis, punya rutinitas yang sama setiap hari itu bikin mereka merasa aman. Tapi pas Lebaran, banyak sekali rutinitas yang berubah total. Anak mungkin dipaksa pergi ke rumah saudara, ketemu orang yang jarang dilihat, atau diam di tempat yang jauh lebih ramai dari biasanya.
Bukan cuma itu, interaksi sosial pas Lebaran juga susah buat mereka. Anak mungkin disuruh salaman, harus ngobrol sama kerabat, atau diam di tengah obrolan yang lama. Kalau anak Anda belum siap sama situasi itu, mereka bakal merasa kewalahan secara emosi dan juga sensorik.
Baca juga Cara Mengatasi Anak Autis yang Trauma Suara Petasan
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan buat bantu anak menghadapi suasana Lebaran
Pertama: Anda harus persiapkan anak sebelum pergi ke acara keluarga. Kasih penjelasan tentang tempat yang mau didatangi dan siapa saja orang yang bakal ada di sana.
Kedua: Jangan lama-lama. Batasi waktu kunjungan kalau Anda lihat anak sudah mulai kelihatan capek. Jangan dipaksa buat lama-lama di tempat ramai.
Ketiga: Cari atau sediakan tempat yang sepi kalau anak butuh waktu buat tenangin diri sebentar.
Keempat: Jangan lupa bawa barang yang bikin anak nyaman, misalnya mainan yang dia suka atau headphone buat kurangi suara berisik.
Kelima: Selalu perhatikan tanda-tanda awal pas anak mulai tidak nyaman supaya Anda bisa cepat bantu mereka tenang.
Kalau sudah selesai datang ke acara yang ramai, anak pasti butuh waktu buat isi ulang energi mereka. Anda bisa kasih waktu istirahat yang lama di rumah dengan suasana yang lebih tenang dan tidak berisik. Kegiatan yang tenang seperti menggambar, baca buku, atau main santai bisa bantu anak merasa nyaman lagi. Waktu pemulihan ini penting sekali supaya saraf anak bisa stabil lagi.
Ayah dan Bunda, kalau anak dengan autisme sering merasa sangat sensitif, gampang kewalahan di keramaian, atau capek sensorik pas Lebaran, terapi yang benar bisa bantu kemampuan regulasi sensorik mereka.
Medical Hacking punya layanan terapi buat bantu anak dengan berbagai tantangan tumbuh kembang. Ini termasuk buat gangguan sensorik, anak yang hiperaktif, susah komunikasi, sampai masalah emosi. Kalau Anda mau tahu lebih dalam soal kondisi anak dan cari cara terapi yang pas, silakan buat konsultasi. Dengan bantuan yang tepat, anak bisa belajar mengatur respons sensoriknya jadi mereka bisa lebih tenang di situasi sosial apa pun. Oh ya, Medical Hacking juga telah membuka tempat terapi ABK jakarta jadi bagi siapa saja yang membutuhkan layanan terapi terkait, silahkan konsultasi langsung bersama medical hacking!!














