
Tempat pengobatan autis - Hari Raya Idulfitri atau yang biasa kita sebut Lebaran biasanya jadi waktu buat kumpul keluarga besar. Banyak orang datang ke rumah untuk silaturahmi atau kita yang pergi ke rumah saudara. Buat kebanyakan anak, momen ini pasti senang karena bisa main sama sepupu atau ketemu keluarga lain yang jarang kelihatan.
Tapi buat anak dengan autisme, ketemu banyak orang baru dalam waktu sebentar itu bisa jadi masalah yang lumayan besar. Ada anak yang mungkin jadi diam saja, tidak mau diajak bicara, atau merasa takut karena harus ada di dekat orang yang mereka tidak kenal. Orang tua harus paham masalah ini supaya bisa bantu anak agar Lebaran tetap terasa nyaman buat dia.
Anak dalam spektrum autisme itu sering susah mengerti tanda-tanda sosial. Misalnya mereka bingung melihat ekspresi wajah orang, gerakan tubuh, atau apa maksud dari omongan orang itu. Pas ketemu orang baru, anak jadi tidak tahu harus merespons bagaimana.
Kondisi ini bikin anak merasa tidak nyaman atau tidak percaya diri. Mereka butuh waktu yang lebih lama buat merasa tenang sebelum mau mulai interaksi. Kadang anak menunjukkan sikap seperti
Sikap itu sebenarnya cara anak buat melindungi diri karena mereka merasa situasinya tidak biasa atau asing.
Ketemu orang baru juga berarti anak berada di lingkungan yang beda dari biasanya. Anak autis itu sangat suka dengan rutinitas yang tetap, jadi kalau ada situasi baru, itu bisa bikin mereka cemas. Karena anak tidak tahu apa yang bakal terjadi nanti, mereka jadi lebih sensitif atau merasa tertekan. Hal ini yang bikin anak kelihatan diam saja atau menolak diajak main.
Baca juga Cara Mengurangi Stres Anak Autis Saat Libur Lebaran
Selain susah komunikasi, suasana Lebaran yang ramai juga memberi rangsangan yang besar buat panca indera anak. Banyak orang bicara barengan, orang gerak ke sana kemari, atau banyak yang ajak anak ngobrol dalam waktu bersamaan.
Buat anak autis, hal seperti ini rasanya sangat berisiko bikin capek secara emosi. Karena terlalu banyak rangsangan yang masuk, anak bisa merasa pusing atau lelah. Makanya, anak sering memilih untuk menjauh dari keramaian.
Kamu sebagai orang tua bisa bantu anak buat hadapi orang baru dengan cara yang simpel
Kasih tahu anak dari awal: Sebelum acara, jelaskan kalau nanti akan ketemu keluarga atau saudara tertentu.
Kenalkan pelan-pelan: Jangan langsung kenalkan ke banyak orang. Satu per satu saja supaya anak tidak kaget.
Jangan dipaksa: Kalau anak belum mau salaman atau bicara, jangan dipaksa dulu. Tunggu sampai dia siap.
Kasih contoh: Kamu bisa kasih lihat cara menyapa orang supaya anak bisa meniru perlahan-lahan.
Kasih pujian: Kalau anak sudah mau mencoba interaksi sedikit saja, kasih apresiasi supaya dia senang.
Sikap sabar dari orang tua sangat membantu anak buat bangun rasa percaya diri.
Kalau kamu lihat anak mulai gelisah atau kewalahan, ajak dia ke tempat yang lebih sepi buat istirahat sebentar. Memberi waktu buat anak tenang itu penting supaya emosinya stabil lagi sebelum dia balik kumpul lagi. Cara ini bagus buat menjaga kenyamanan anak selama hari Lebaran.
Ayah dan Bunda, kalau anak memang sering susah interaksi, cemas ketemu orang baru, atau sulit adaptasi saat Lebaran, mungkin butuh terapi yang pas. Terapi bisa bantu meningkatkan cara komunikasi dan bikin anak lebih percaya diri.
Medical Hacking punya layanan terapi untuk bantu anak yang punya tantangan tumbuh kembang, seperti susah komunikasi, hiperaktif, susah atur emosi, atau sensitif sama suara dan keramaian. Oh ya, Medical Hacking juga telah membuka tempat terapi ABK jakarta jadi bagi siapa saja yang membutuhkan layanan terapi terkait, silahkan konsultasi langsung bersama medical hacking!!
Jika Anda ingin tahu kondisi anak lebih jelas dan mau cari terapi yang cocok supaya anak berkembang bagus, silakan konsultasi saja. Dengan bantuan yang benar, anak bisa belajar interaksi dengan lebih nyaman di berbagai situasi.














