
Terapi Autis - Hari Raya Idulfitri atau Lebaran biasanya jadi momen yang sangat membahagiakan buat banyak keluarga. Ada tradisi kumpul sama keluarga besar, pergi main ke rumah saudara, dan suasana rumah jadi ramai sekali. Hal-hal ini memang ditunggu setiap tahun. Tapi, buat orang tua yang punya anak autis, momen Lebaran ini malah bisa jadi tantangan yang cukup sulit.
Perubahan lingkungan yang mendadak pas Lebaran bisa mengganggu kenyamanan anak autisme. Rumah yang tadinya sepi jadi ramai orang, aktivitas di rumah jadi banyak, dan anak mungkin harus pindah-pindah tempat yang beda dari kebiasaan mereka sehari-hari. Kalau kita paham tantangan ini, orang tua bisa bantu siapkan anak lebih awal supaya Lebaran tetap jadi pengalaman yang enak buat anak.
Banyak anak autis itu merasa aman kalau mereka punya jadwal yang sama terus atau konsisten. Jadwal yang teratur membantu mereka tahu apa yang bakal terjadi setelah ini. Tapi pas Lebaran, semua rutinitas itu biasanya berubah total. Anak mungkin harus bangun lebih pagi dari biasanya, harus pergi ke rumah saudara, atau ada di tempat yang asing.
Perubahan ini bikin anak bingung atau tidak nyaman. Karena mereka merasa tidak bisa mengatur rutinitasnya lagi, anak bisa menunjukkan reaksi tertentu, seperti
Reaksi-reaksi ini bukan karena anak tidak mau kumpul-kumpul, tapi karena mereka butuh waktu buat menyesuaikan diri sama situasi yang baru.
Selain soal jadwal yang berubah, suasana Lebaran yang ramai juga jadi masalah sensorik buat anak autis. Banyak dari mereka yang sangat sensitif sama suara, lampu yang terang, atau orang yang terlalu banyak. Suara orang ngobrol yang berisik, musik yang kencang, atau ruang tamu yang penuh orang bisa bikin anak merasa tertekan.
Kalau stimulasi sensoriknya sudah terlalu banyak, anak biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti
Sebenarnya pas situasi itu, anak cuma lagi berusaha melindungi diri mereka dari suara atau suasana yang terlalu kuat buat mereka terima.
Anda sebagai orang tua bisa bantu anak hadapi perubahan pas Lebaran dengan cara-cara yang simpel
Kasih penjelasan dulu: Coba jelaskan rencana kegiatan sebelum Lebaran datang. Misalnya, kasih tahu kalau nanti bakal ada tamu atau mau pergi ke rumah nenek.
Pakai gambar: Anda bisa pakai bantuan visual seperti gambar atau jadwal supaya anak mengerti urutan acaranya nanti gimana.
Durasi kunjungan jangan terlalu lama: Kalau bisa, pas main ke rumah saudara tidak usah terlalu lama supaya anak tidak kecapekan.
Siapkan tempat sepi: Siapkan satu ruangan atau tempat yang tenang kalau sekiranya anak sudah mulai merasa pusing sama keramaian.
Bawa barang kesukaan: Jangan lupa bawa mainan favorit anak atau headphone buat mengurangi suara berisik dari luar.
Baca juga Strategi Terapi Okupasi Anak ASD Saat Bulan Puasa
Setiap anak punya cara beda-beda buat hadapi perubahan. Ada yang cepat menyesuaikan diri, tapi ada juga yang butuh waktu lama sekali. Anda sebaiknya jangan memaksa anak untuk harus langsung ikut semua acara sosial. Kasih mereka waktu supaya mereka merasa aman. Kalau Anda sabar, anak bakal lebih nyaman hadapi situasi yang baru.
Walaupun susah, Lebaran sebenarnya bisa jadi kesempatan buat anak belajar soal interaksi sosial. Kalau caranya benar, anak bisa mulai paham kalau kumpul sama keluarga itu hal yang menyenangkan. Anda bisa ajak anak melakukan hal kecil saja, seperti menyapa saudara sebentar, bagi-bagi makanan, atau main sama sepupu-sepupunya.
Ayah dan Bunda, kalau anak Anda sering kesulitan hadapi perubahan lingkungan, gampang pusing di keramaian, atau susah adaptasi pas Lebaran, mungkin butuh pendekatan terapi yang pas buat bantu anak.
Medical Hacking punya layanan terapi yang bisa bantu anak dengan macam-macam tantangan tumbuh kembang. Mulai dari gangguan sensorik, anak yang terlalu aktif, susah komunikasi, sampai masalah emosi yang tidak stabil. Oh ya, Medical Hacking juga telah membuka tempat terapi autis jakarta jadi bagi siapa saja yang membutuhkan layanan terapi terkait, silahkan konsultasi langsung bersama medical hacking!!
Kalau Anda mau tahu lebih dalam soal kondisi anak dan mau cari cara terapi yang pas supaya anak lebih berani di lingkungan sosial, Anda bisa langsung konsultasi. Dengan bantuan yang benar, anak Anda bisa belajar hadapi perubahan dengan lebih tenang dan lebih percaya diri.














