
Terapi autis – Tak sedikit orang tua yang berada di situasi seperti: anak sudah duduk di bangku sekolah, namun masih terbata-bata saat membaca tau tampak sangat kesulitan sat berhadapan dengan angka. Pada awalnya hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang biasa, dianggap anak kurang latihan, kurang fokus, atau bahkan “nanti juga bisa dengan sendirinya”.
Lantas, bagaimana bila kesulitan membaca dan berhitung itu terus terjadi secara berulang, meski anak sudah dibimbing dan diajari berkali-kali.
Tak semua anak yang kesulitan berhitung dan membaca itu adalah nak yang malas atau kurang cerdas. Untuk beberapa kasus, kondisi seperti ini merupakan pertanda gangguan belajar, seperti Disleksia (kesulitan membaca) atau Diskalkulia (kesulitan berhitung).
Dalam artikel ini, kami akan membantu para orang tua untuk bisa membedakannya, sekaligus menginformasikan terapi apa yang tepat untuk kondisi tersebut dan memberikan rekomendasi tempat terapi ABK Pekanbaru, termasuk terapi untuk gangguan belajar.
Umumnya anak dengan disleksia atau diskalkulia memiliki kecerdasan normal, ada juga yang diatas rata-rata. Tantangan yang harus dihadapi bukan berada pada kemampuan berpikir, melainkan cara otak untuk memproses simbol huruf dan angka.
Ada beberapa pertanda yang biasanya muncul antara lain:
Baca juga : Pola Makan yang Tepat untuk Anak PKU (Fenilketonuria): Langkah Kecil yang Berdampak Besar
Tanpa penanganan yang tepat, anak bisa merasa gagal, mengalami tekanan emosional, bahkan enggan untuk belajar.
Disleksia merupakan gangguan belajar yang memengaruhi kemampuan membaca, menulis, dan mengeja. Sementara Diskalkulia itu memengaruhi kemampuan hitungan, memahami angka, dan logika matematika.
Keduanya bukanlah sebuah penyakit, dan bukan pula kesalahan anak maupun orang tua. Dengan pendekatan terapi yang tepat, anak bisa belajar cara yang tepat dan sesuai sistem kerja otaknya.
Pendekatan terapi yang tepat untuk anak diskalkulia dan disleksia itu tak dapat disamakan dengan metode belajar pada umumnya. Dibutuhkan terapi khusus secara bertahap dan terstruktur, seperti:
Tujuannya untuk membantu anak agar dapat memahami membaca dan berhitung dengan menggunakan metode multisensori (auditorial, visual, kinestetik) yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Akan membantu anak yang memiliki kesulitan koordinasi, fokus, atau sensori yang dapat menghambat proses belajar anak.
Untuk melatih fokus, daya ingat, serta kemampuan proses informasi secara bertahap.
Mendukung anak yang merasa mudah menyerah, mengalami stres, atau merasa hilangnya kepercayaan diri yang disebabkan oleh kesulitan belajar.
Orang tua akan diberikan pemahaman agar dapat mendukung anak di rumah dengan cara yang tepat dengan cara yang tidak memaksa.
Tak hanya gangguan belajar, banyak pula anak dengan gangguan seperti:
Dari kondisi tersebut membutuhkan terapi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Jadi, memilih tempat terapi itu menjadi langkah yang penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Rumah Terapi Medical Hacking hadir sebagai tempat terapi yang tak hanya fokus pada hasil akademik anak, tetapi juga terhadap rasa percaya diri dan kesehatan emosi anak.
Di Rumah Terapi Medical Hacking, anak tak akan dipaksa untuk terus “mengejar ketertinggalan”, melainkan dibimbing agar dapat berkembang dengan caranya sendiri dengan bantuan terapis yang berpengalaman, terapi dapat disesuaikan dengan kondisi unik setiap anak, serta lingkungan yang aman bagi anak.
Kesulitan membaca dan berhitung itu bukan sesuatu yang harus ditakuti, sebaiknya berikan pendampingan atau terapi sejak dini. Dengan terapi yang tepat, anak bisa belajar lebih nyaman, dengan rasa penuh percaya diri yang tinggi, dan dapat menikmati proses belajarnya.
Untuk Anda yang sedang mencari tempat terapi untuk masalah gangguan belajar, Rumah Terapi Medical Hacking siap untuk mendampingi anak dan keluarga.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi tim ahli Medical Hacking dengan klik banner di bawah ini.














