
Tempat pengobatan autis remaja - Bulan Ramadan biasanya jadi waktu yang sangat penting buat banyak keluarga. Tapi bagi orang tua yang punya anak autisme, ngajarin anak buat mulai puasa itu kadang nggak gampang dan nggak selalu lancar. Salah satu masalah yang sering banget muncul itu anak jadi gampang marah, sering tantrum, atau emosinya jadi nggak stabil karena nahan lapar.
Kondisi ini pasti bikin anda sebagai orang tua merasa bingung. Di satu sisi anda ingin anak belajar puasa, tapi di sisi lain anda takut kalau emosinya malah jadi makin parah. Anda harus paham kalau kemarahan anak autis pas puasa itu bukan karena mereka nakal atau mau membangkang, tapi karena tubuh dan sistem saraf mereka lagi merasa tertekan.
Kalau anda paham apa penyebabnya, anda bisa ambil langkah yang lebih pas supaya anak bisa menjalani proses puasa ini dengan lebih enak.
Pada anak-anak yang ada di spektrum autisme, sistem saraf mereka itu biasanya lebih sensitif sama perubahan di badan. Pas anak nahan makan dan minum dalam waktu yang lama, kadar gula darah di tubuh mereka berubah. Nah, perubahan ini yang bikin emosi sama konsentrasi mereka jadi terganggu.
Selain itu, ada anak yang punya sensitivitas sensorik yang tinggi. Rasa lapar atau perut yang kosong itu rasanya bisa berkali-kali lipat lebih nggak nyaman dibanding anak-anak lain. Pas rasa lapar itu muncul, otak mereka menganggap itu sebagai sesuatu yang bikin stres.
Terus, anak autis itu biasanya sangat suka sama rutinitas yang tetap. Pas Ramadan, jadwal makan kan berubah total, nah perubahan ini bikin mereka merasa nggak aman atau bingung, akhirnya mereka jadi marah atau tantrum.
Sebelum anak anda benar-benar marah besar atau kena meltdown, biasanya ada tanda-tanda kecil yang kelihatan. Anda harus lebih peka kalau ada perubahan kayak gini
Anak mulai kelihatan gelisah atau gampang kesal.
Fokusnya hilang atau menurun banget.
Jadi lebih sensitif sama suara berisik atau kalau disentuh.
Nggak mau ngelakuin kegiatan yang biasanya dia suka.
Kalau tanda ini sudah muncul, anda bisa langsung bantu anak buat tenang dulu sebelum emosinya jadi makin meledak.
Pas anak mulai merasa lapar, biasanya mereka cuma fokus sama rasa nggak enak di perutnya. Salah satu cara yang bagus adalah alihkan perhatian mereka ke hal-hal yang menyenangkan. Contohnya
Ajak anak main game yang simpel saja.
Minta anak menggambar atau mewarnai gambar.
Kasih tontonan yang ada edukasinya.
Ajak gerak sedikit atau aktivitas fisik yang ringan.
Kegiatan kayak gini bisa bantu anak buat lupa sebentar sama rasa laparnya dan bikin suasana hatinya jadi lebih stabil.
Nggak semua anak autis itu bisa langsung puasa penuh seharian dari awal. Kalau anak anda sering marah pas nahan lapar, coba pakai cara yang bertahap saja supaya lebih masuk akal. Anda bisa coba mulai dengan
Latih anak buat tunda jam makan selama satu atau dua jam dulu.
Coba suruh puasa setengah hari saja.
Lama-lama kasih jeda makan yang makin panjang pelan-pelan.
Cara ini bagus buat bantu tubuh dan saraf anak supaya bisa adaptasi tanpa harus merasa tertekan banget.
Rumah yang terlalu berisik atau banyak gangguan bisa bikin emosi anak makin buruk. Pas anak lagi belajar puasa, usahakan suasana di rumah tetap tenang dan bikin nyaman.
Jangan ada suara yang terlalu keras, bikin jadwal kegiatan yang lebih santai saja, dan biarkan anak istirahat kalau dia kelihatan capek atau sudah mulai kewalahan. Lingkungan yang tenang sangat bantu anak buat jaga emosinya.
Makan sahur itu penting sekali buat jaga tenaga anak sepanjang hari. Pilih makanan yang bikin energinya awet, kayak makanan yang ada proteinnya, lemak sehat, sama banyak serat.
Jangan kasih makanan yang gulanya tinggi banget. Makanan manis memang bikin semangat di awal, tapi setelah itu energinya cepat hilang dan bikin anak jadi gampang capek atau malah marah-marah. Nutrisi yang pas bisa bikin mood anak lebih stabil pas puasa.
Baca juga Apakah Puasa Aman untuk Anak dengan Autisme?
Satu hal yang paling penting anda ingat adalah setiap anak itu beda-beda kondisinya. Kalau anak sampai marah yang parah sekali, tantrum terus-terusan, atau kelihatan capek banget, anda jangan paksa dia buat lanjut puasa.
Tujuan kita ngajarin puasa kan supaya anak punya pengalaman yang bagus, bukan malah bikin mereka tertekan secara emosi.
Ayah dan Bunda, kalau anak anda sering emosinya nggak stabil, gampang marah pas lapar, atau susah sekali ikut aturan puasa, mungkin ada masalah di sistem saraf atau metabolismenya yang perlu diperiksa.
Medical Hacking punya layanan terapi yang bisa bantu menstabilkan sistem saraf anak. Ini juga bisa bantu supaya anak lebih fokus dan bisa mengatur emosinya jadi lebih baik lagi.
Dengan terapi yang benar, anak bisa jadi lebih tenang, nggak gampang marah, dan lebih siap kalau ada perubahan rutinitas kayak pas bulan puasa ini.
Kalau anda ingin tahu lebih banyak soal kondisi anak anda, silakan tanya-tanya atau konsultasi saja.
Kalau dapat dukungan yang benar, belajar puasa bisa jadi pengalaman yang enak buat anak dan bikin anda sebagai orang tua jadi lebih tenang hatinya. Oh ya, Medical Hacking juga telah membuka tempat terapi alami ABK bekasi jadi bagi siapa saja yang mengalami masalah tersebut silahkan konsultasi langsung bersama medical hacking!!














