
Terapi anak autis ringan - Pada kesempatan ini saya mau menceritakan tentang pasien kami yang bernama Aisah. Dia adalah anak perempuan cantik yang umurnya 7 tahun 6 bulan. Aisah datang ke tempat kami dengan diagnosa medis indikasi autisme. Waktu pertama kali datang ke ruang terapi, ibunya Aisah merasa sangat khawatir. Kondisi Aisah waktu itu lumayan berat. Dia susah untuk fokus dan belum bisa bicara atau komunikasi verbal. Cara jalannya juga terlihat tidak stabil dan seperti terburu-buru.
Kami sebagai praktisi kesehatan yang fokus pada perbaikan sistem tubuh melihat ini bukan cuma masalah perilaku saja. Tapi ada sistem tubuh yang tidak pas dan perlu diperbaiki.
Waktu tulisan ini dibuat, Aisah baru saja selesai dua kali terapi. Dia sedang mau masuk pertemuan ketiga. Tapi kemajuannya sudah sangat bagus dan di luar dugaan kami dan juga ibunya.
Perubahan yang paling kelihatan adalah pada respon sosialnya. Dulu kalau nama Aisah dipanggil, dia sering tidak menoleh dan diam saja dengan dunianya sendiri. Tapi setelah terapi yang pertama, ada perubahan. Ibunya bilang waktu diwawancara kalau sekarang dipanggil Aisah langsung menoleh.
Respon yang cepat ini tandanya saraf sensorik Aisah sudah bekerja lebih baik untuk menerima suara. Fokusnya yang dulu kemana-mana sekarang sudah mulai ada tujuannya. Ini adalah hal penting buat belajar komunikasi nanti.
Selain masalah susah fokus, Aisah juga punya masalah tidur. Pola tidurnya terbalik yaitu bangun malam dan tidur siang. Durasinya juga pendek sekali dan sering bangun-bangun. Ini tentu tidak baik buat emosi dan pikiran anak, juga buat kesehatan orang tua yang menjaga.
Sesudah terapi di Medical Hacking, jam tidurnya memang masih proses adaptasi supaya normal lagi. Tapi kualitas tidurnya naik drastis. Aisah tidurnya jadi lebih lelap dan waktunya lebih lama. Dia tidak sering terbangun di tengah tidur. Ini penting sekali karena waktu tidur lelap itu sel otak dan tubuh diperbaiki.
Baca juga Perkembangan Ananda Febian dan Faras Setelah 11x Terapi
Dulu Aisah punya kebiasaan stimming atau gerakan berulang. Dia lebih suka duduk diam dan memutar-mutar benda bulat kayak mangkok. Aisah cuma fokus pada putaran benda itu.
Sekarang sesudah terapi, Aisah berubah jadi anak yang jauh lebih aktif. Dia tidak betah duduk diam lama-lama memutar benda lagi. Dia mulai bergerak dan jalan-jalan mengeksplorasi ruangan.
Ibunya bercerita kalau sekarang Aisah banyak bergerak, sampai orang tuanya yang capek mengikuti dia. Bagi kami ini tanda yang bagus. Keaktifan ini menunjukan energinya keluar dan dia mulai tertarik sama lingkungan sekitar, bukan diam saja dengan kegiatan berulang.
Simak selengkapnya di Video berikut!!
Kemajuan Aisah di Medical Hacking ini bukan cuma karena teknik terapi kami saja. Tapi juga karena dukungan orang tua. Ibu dan Ayahnya di rumah konsisten melatih perkembangan Aisah. Kami selalu bilang kalau terapi itu pemicu, tapi kebiasaan di rumah itu yang menentukan hasilnya.
Melihat Aisah yang sekarang jalannya lebih tenang, bisa merespon kalau dipanggil, dan tidur nyenyak, kami jadi optimis buat sesi selanjutnya. Perjalanannya mungkin masih panjang tapi arahnya sudah benar.
Jangan biarkan penanganan yang terlambat menghambat masa depan anak anda. Metode terapi di Medical Hacking dibuat untuk membantu mengurai sumbatan pada sistem tubuh dan saraf. Ini membantu anak-anak spesial menemukan potensi mereka.
Setiap anak berhak dapat kesempatan buat sembuh dan berkembang. Mari berusaha bersama kami.














