
Terapi autis - Pernah nggak, kamu panik saat anak tiba-tiba lari ke jalan, pegang colokan, atau gampang ikut orang asing? Buat orang tua anak autis, situasi kayak gini memang sering bikin deg-degan. Soalnya, Mengajarkan konsep bahaya pada anak autis tuh nggak bisa pakai cara biasa gitu aja. Kamu perlu ngajak dia belajar pelan-pelan, diulang terus, dan pakai cara yang paling gampang dia pahamin.
Banyak anak ABK, termasuk autis, cerebral palsy, sama down syndrome, punya cara mikir yang beda dari anak lain. Kadang mereka belum ngerti mana yang aman, mana yang bahaya. Ada juga yang terlalu fokus sama satu benda, sampai lupa sama keadaan di sekitarnya.
Makanya, kalau kamu mau ngajarin konsep bahaya ke anak autis, mulai aja dari hal yang paling simpel dulu. Jangan langsung kasih banyak aturan sekaligus, nanti malah bikin dia bingung. Mulai saja dari satu situasi, lalu ulang terus sampai anak benar-benar paham.
Anak autis biasanya lebih gampang belajar lewat visual. Kamu bisa pakai gambar api, colokan listrik, jalan raya, pisau, atau orang asing. Pakai warna merah untuk tanda bahaya dan hijau untuk tanda aman. Setelah itu, ajak anak menyebutkan mana yang berbahaya. Cara ini bikin proses mengajarkan konsep bahaya pada anak autis terasa lebih santai.
Nggak usah langsung ngajarin hal yang ribet. Mulai dari rumah dulu. Misalnya, ajarkan kalau kompor panas tidak boleh disentuh, kamar mandi licin harus hati-hati, dan pintu rumah tidak boleh dibuka untuk orang asing. Saat ada kejadian nyata, jelaskan dengan kalimat pendek. Contohnya, “Kompor panas, jangan pegang.” Semakin sering diulang, anak makin gampang ingat.
Baca juga: Yuk, Cari Tahu Batas Waktu Screen Time Ideal untuk Anak Autis Disini!
Supaya anak nggak bosan, coba ajak bermain peran. Misalnya, kamu pura-pura jadi orang asing yang mengajak pergi. Lalu ajarkan anak untuk bilang “tidak” dan segera mencari orang tua. Cara ini ampuh banget buat mengajarkan konsep bahaya pada anak autis karena anak belajar langsung dari pengalaman.
Banyak anak autis sulit bicara saat panik. Makanya, ajarkan beberapa kata penting seperti “bahaya”, “tolong”, “panas”, atau “sakit”. Kalau anak belum lancar bicara, kamu bisa pakai kartu gambar atau gerakan tangan.Semakin sederhana kata yang dipakai, semakin mudah anak mengingatnya saat sedang takut.
Kadang orang tua suka bilang, “Nanti diculik,” atau “Nanti jatuh.” Padahal, cara ini malah bikin anak cemas berlebihan. Lebih baik jelaskan.Mengajarkan konsep bahaya pada anak autis sebaiknya fokus pada solusi. Jadi, bukan cuma bilang ada bahaya, tapi juga kasih tahu apa yang harus dilakukan.
Kalau kamu merasa anak masih sulit memahami instruksi, jangan khawatir. Rumah Sehat Medical Hacking punya layanan terapi untuk ABK, autis, cerebral palsy, dan down syndrome. Di sana, kamu bakal dibantu buat belajar lebih fokus, ngerti instruksi, sama lebih peka ngeliat situasi yang bahaya. Jadi, pelan-pelan kamu makin ngerti mana yang aman dan mana yang harus dihindarin.
Bahkan, ada juga layanan tempat pengobatan alami anak berkebutuhan khusus Depok yang nggabungin terapi akupunktur, bekam, sama nutrisi biar hasilnya makin maksimal. Rumah Terapi Medical Hacking juga bantu nangani stroke, jantung, kanker, saraf kejepit, sampe patah tulang.
Yuk, langsung klik banner yang ada di atas buat reservasi di Rumah Sehat Medical Hacking. Kalau kamu pengen tahu lebih lengkap soal terapinya, cus langsung cek website resminya di medicalhacking.co.id. Dengan bantuan yang pas, Mengajarkan konsep bahaya pada anak autis jadi berasa jauh lebih gampang dan nggak bikin kamu pusing sendirian.














