
Terapi autis – Bagi sebagian anak, belajar menulis dan membaca bisa menjadi proses yang sangat menantang. Salah satu penyebabnya seperti disleksia, gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengenali huruf, membaca dengan lancar, menghubungkan bunyi dengan simbol, dan memahami teks tertulis. Meski demikian, penting untuk diketahui jika anak dengan disleksia juga memiliki tingkat kecerdasan yang sama dengan anak lainnya. Mereka hanya membutuhkan pendekatan belajar yang sesuai dengan cara kerja otaknya.
Salah satu pendekatan yang saat ini sering digunakan dan terbukti dapat membantu anak disleksia dengan menggunakan metode belajar multisensori. Pendekatan seperti ini turut melibatkan lebih dari satu indra dalam proses belajar, sehingga informasi yang didapat bisa diterima dan diproses secara efektif.
Baca juga : Anak Belum Lancar Bicara? Coba 7 Cara Stimulasi Speech Delay di Rumah yang Terbukti Efektif
Metode belajar multisensori merupakan teknik pembelajaran yang menggabungkan beberapa indra sekaligus, seperti:
Dengan pendekatan tersebut akan membantu anak untuk memahami konsep bahasa melalui berbagai jalur sensorik secara bersamaan. Saat anak melihat huruf, menuliskan, mengucapkan bunyinya, dan merasakan melalui gerakan atau sentuhan, otak akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk membangun koneksi yang lebih kuat terhadap informasi tersebut.
Oleh karen itu, metode multisensori juga menjadi bagian yang sangat penting terhadap program intervensi untuk anak disleksia.
Tak sedikit anak dengan disleksia yang mengalami kesulitan dalam memproses informasi bahasa secara fonologis, berupa kemampuan mengelolah dan mengenali bunyi dalam kata.
Metode multisensori akan membantu dengan cara:
Anak tak hanya mengandalkan satu cara belajar yang mungkin dirasa menyulitkan karena menggunakan berbagai indra sekaligus.
Terapkan beberapa aktivitas sederhana yang bisa membantu anak disleksia, seperti:
Dengan aktivitas kinestik seperti ini akan membantu anak untuk meningkatkan fokus sekaligus memperkuat proses belajar.
Disleksia itu bukan merupakan kondisi yang bisa hilang begitu saja tanpa adanya dukungan yang tepat. Semakin dini anak mendapatkan pendampingan dan identifikasi, semakin besar pula peluang anak untuk dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, akademik, dan kepercayaan diri secara optimal.
Selain latihan di rumah, beberapa anak juga membutuhkan intervensi atau program terapi yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesulitannya. Oleh karena itu, pendampingan dan evaluasi dari tenaga profesional menjadi langkah yang tepat untuk mendukung perkembangan anak.
Untuk orang tua yang sedang mencari layanan terapi ABK Bekasi maupun layanan pendampingan secara profesional untuk anak dengan disleksia, Rumah Terapi Medical Hacking dapat dijadikan satu pilihan yang tepat.
Dengan pendekatan yang fokus pada tumbuh kembang anak dan penanganan yang dapat disesuaikan secara individu, Medical Hacking akan membantu orang tua yang masih merasa bingung dalam menemukan langkah yang tepat untuk mendukung proses tumbuh kembang yang optimal.
Medical Hacking hadir di beberapa kota besar, yaitu Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Pekanbaru.
Melalui pendampingan yang tepat, anak dengan disleksia juga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kemampuan belajar, mengembangkan potensi, dan membangun rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi tim ahli Medical Hacking dengan klik banner di bawah ini.














