
Terapi anak autis ringan - Saya masih ingat waktu pertama kali bertemu dengan Ken dan Ibundanya di tempat kami. Waktu itu suasananya terasa agak tegang. Kami sebagai terapis langsung melihat kondisi Ken, tidak cuma fisiknya saja tapi juga bagaimana tingkah lakunya. Ibunya menyampaikan keluhan yang sebenarnya sering kami dengar dari pasien lain, tapi tetap saja rasanya berat. Ibunya bilang kalau Ken mengalami hiperaktif dan susah sekali untuk fokus.
Masalah yang paling besar bagi keluarganya bukan cuma karena Ken tidak bisa diam. Masalah utamanya adalah cara Ken berkomunikasi. Sebelum dia rutin terapi bersama kami, Ken sangat jarang berbicara. Kata-kata yang dia tahu sangat terbatas. Keinginan dia untuk bicara secara lisan hampir tidak ada.
Ibunda Ken bercerita mengenang masa sulit itu, katanya dulu Ken cuma suka menarik-narik tangan orang tuanya saja. Kita bisa bayangkan bagaimana rasanya jadi anak yang ingin menyampaikan sesuatu tapi tidak bisa menyusun kata-kata. Dia cuma bisa tarik tangan saja. Rasa kesal ini akhirnya membuat dia sering marah-marah besar atau tantrum.
Di tempat kami Medical Hacking, kami tidak melihat gejala cuma di luarnya saja. Kami percaya kalau tubuh manusia dan sistem saraf anak punya kemampuan hebat untuk memperbaiki diri sendiri kalau dikasih cara yang benar. Cara kami bukan memaksa anak untuk diam. Kami mencoba menyelaraskan kembali sistem tubuh yang mungkin ada ketegangan. Jadi anak bisa merasa nyaman dengan badannya sendiri.
Kami melakukan beberapa terapi fisik dan stimulasi. Tujuannya untuk menenangkan sistem saraf Ken yang terlalu aktif. Kami fokus menurunkan tingkat stres di badan Ken supaya dia bisa memproses informasi dari sekitarnya dengan lebih baik. Kami bekerja dengan tenang dan menyentuh bagian-bagian penting agar tubuh Ken merespons perbaikan itu secara alami.
Setelah Ken menjalani beberapa kali terapi dengan kami, perubahan itu mulai kelihatan. Memang bukan perubahan yang tiba-tiba langsung bagus, tapi ada kemajuan sedikit demi sedikit yang sangat penting.
Waktu sesi evaluasi terakhir, Ibunya Ken terlihat senang sekali menyampaikan kabar gembira. Ibunya bilang kalau habis terapi itu, tantrum Ken sudah hilang sekarang.
Bagi kami para terapis, kalau tantrum sudah hilang itu tanda yang besar. Artinya kekacauan di dalam diri anak sudah mulai reda. Sistem sarafnya sudah lebih tenang. Kalau tubuh sudah tenang, barulah anak bisa mulai belajar dengan baik.
Bukan cuma emosinya yang lebih stabil, kemampuan komunikasi Ken juga meningkat banyak. Dulu dia cuma tarik-tarik tangan, sekarang dia sudah sering bubbling atau mengoceh. Walaupun pengucapannya masih ada yang belum jelas, tapi itu wajar dalam proses belajar bicara. Yang penting keinginan untuk mengeluarkan suara sudah ada banyak. Ken sudah mulai bersuara dan ini hal positif.
Baca juga Dari Sering Tantrum Hingga Lancar Berbicara, Kisah Jamil Bisa Berkomunikasi dengan Baik
Kemajuan Ken tidak cuma terjadi di rumah saja. Laporan dari sekolahnya juga menunjukkan hal yang bagus. Kemampuan Ken menyesuaikan diri atau adaptasi meningkat pesat. Kalau dulu dia susah diarahkan, sekarang dia sudah mau mendengarkan perintah. Dia mulai mengerti aturan-aturan sederhana.
Guru di sekolahnya bilang kalau komunikasi dua arah dan lama waktu fokusnya memang masih perlu ditingkatkan. Tapi ada potensi besar yang terlihat. Contohnya waktu kegiatan menggambar, Ken bisa sangat fokus dan tenang. Ini membuktikan kalau kemampuan konsentrasi itu sebenarnya ada. Cuma perlu terus dilatih ke kegiatan lain selain menggambar.
Tentu saja masih ada pekerjaan rumah buat kami dan orang tua. Respon Ken kalau ditanya kadang masih ada jeda atau lama jawabnya. Fokusnya juga mudah teralihkan kalau bukan kegiatan yang dia suka. Tapi kalau dibandingkan kondisi awal yang hiperaktif dan tidak respon, ini adalah kemajuan yang luar biasa.
Bagaimana Perkembangan Ken? Simak selengkapnya di Video berikut!!
Melihat Ken yang sekarang lebih tenang dan mulai berceloteh memberi kepuasan tersendiri buat tim kami. Kami bukan cuma kasih layanan kesehatan, tapi kami kerja sama dengan orang tua untuk membuka potensi anak. Kisah Kizar atau Ken ini mengajarkan kita kalau dengan metode yang benar dan sabar, hambatan tumbuh kembang bisa diatasi. Tantrum bisa reda dan suara anak bisa terdengar.
Kami di Medical Hacking janji untuk terus mendampingi Ken sampai dia benar-benar siap mandiri.
Apakah anak kamu atau Anda mengalami masalah yang sama? Jangan biarkan masa kecil anak berlalu dengan rasa khawatir. Kalau anak kamu mengalami telat bicara, hiperaktif, susah fokus, atau sering tantrum tanpa sebab, mungkin ada sumbatan pada sistem tubuhnya. Kami di Medical Hacking siap membantu kamu menemukan solusi terapi yang tepat dan alami yang fokus pada akar masalahnya. Oh ya, Medical Hacking juga telah membuka jasa terapi alami ABK bekasi jadi bagi siapa saja yang mengalami masalah tersebut silahkan konsultasi langsung bersama medical hacking!!














