
Terapi Autis - Setelah hari Lebaran selesai, biasanya keadaan akan kembali seperti biasa lagi. Orang-orang mulai masuk kerja, anak-anak masuk sekolah, dan tempat-tempat seperti mall atau pasar jadi ramai lagi. Untuk anak yang normal, mungkin ini hal biasa saja. Tapi untuk anak autisme, melihat suasana ramai setelah libur panjang bisa jadi masalah yang sangat besar.
Waktu bulan Ramadhan dan Lebaran kemarin, jadwal di rumah pasti berubah-ubah. Banyak saudara datang dan suasana jadi beda dari hari biasanya. Pas liburan habis, anak harus dipaksa lagi bertemu orang banyak di sekolah atau tempat umum lainnya. Untuk anak autis yang punya sensitifitas sensorik tinggi, keramaian itu bisa bikin mereka capek secara emosi dan juga capek otaknya.
Banyak sekali anak autis yang merasa sensitif kalau ada suara atau cahaya di sekitar mereka. Suara yang berisik, orang yang jalan ke sana kemari, atau lampu yang terlalu terang bisa terasa sangat tajam buat mereka. Hal ini beda dengan apa yang kita rasakan sebagai orang dewasa.
Kalau anak ada di tempat yang ramai sekali, sistem saraf mereka akan merasa kaget karena terlalu banyak rangsangan yang masuk barengan. Kondisi ini namanya sensory overload. Saat itu terjadi, otak anak jadi bingung mau proses yang mana dulu. Biasanya anak akan menunjukkan tanda-tanda seperti ini
Sebenarnya itu adalah cara tubuh si anak untuk melindungi diri mereka sendiri karena mereka sudah tidak kuat lagi menahan rasa berisik atau silau di tempat itu.
Waktu liburan sudah selesai, anak harus mulai lagi sekolah atau ikut kegiatan sosial lainnya yang punya aturan tetap. Perubahan ini terasa berat kalau selama liburan anak terbiasa dengan suasana rumah yang tenang. Jadi, anak butuh waktu buat membiasakan diri lagi dengan keramaian di luar sana.
Ada beberapa cara sederhana yang bisa orang tua lakukan untuk bantu anak
Kasih tahu dulu: Sebelum pergi ke tempat ramai, jelaskan ke anak kita mau ke mana. Ceritakan nanti di sana bakal ada suara apa atau bakal lihat apa saja.
Pelan-pelan saja: Jangan langsung bawa anak ke tempat yang macet atau ramai sekali. Mulai dari tempat yang agak sepi dulu supaya mereka tidak kaget.
Pakai alat bantu: Anda bisa pakaikan headphone atau penutup telinga ke anak. Ini sangat membantu supaya suara bising tidak langsung masuk ke telinga mereka.
Kasih waktu istirahat: Kalau anak mulai kelihatan capek atau bingung, bawa mereka ke tempat yang sepi sebentar untuk istirahat.
Lihat tanda-tandanya: Orang tua harus peka lihat raut wajah anak. Kalau sudah mulai gelisah, segera bantu mereka tenang sebelum jadi tantrum.
Baca juga Cara Menghadapi Anak Autis yang Tidak Nyaman di Tempat Baru Ketika Mudik
Selain cara di luar rumah, kondisi di dalam rumah juga penting. Orang tua harus buat suasana rumah jadi tenang. Ini gunanya supaya anak bisa kumpulkan tenaga lagi setelah mereka lelah di luar. Anda bisa ajak anak baca buku, menggambar, atau main mainan yang mereka suka supaya perasaan mereka jadi nyaman lagi.
Setiap anak autis itu punya batas sabar yang beda-beda terhadap keramaian. Jadi, Anda tidak boleh memaksa. Harus sabar dan lakukan secara bertahap supaya kemampuan anak buat beradaptasi bisa tumbuh pelan-pelan.
Ayah dan Bunda, kalau anak Anda sering merasa susah di tempat ramai atau susah beradaptasi setelah liburan, mungkin anak butuh terapi yang tepat. Terapi bisa bantu anak supaya lebih pintar mengatur emosi dan rasa sensoriknya.
Medical Hacking punya layanan terapi untuk bantu anak yang punya tantangan tumbuh kembang, seperti masalah sensorik atau susah komunikasi. Jika Anda mau tanya-tanya lebih lanjut soal kondisi anak dan cara terapinya, silakan hubungi kami untuk konsultasi. Dengan bantuan yang benar, anak pasti bisa lebih percaya diri saat bertemu orang banyak. Oh ya, Medical Hacking juga telah membuka tempat terapi Cerebral Palsy jakarta jadi bagi siapa saja yang membutuhkan layanan terapi terkait, silahkan konsultasi langsung bersama medical hacking!!














