
Terapi autis – Tak semua gangguan tumbuh kembang pada anak memiliki tanda yang mudah dikenali. Ada yang terlihat aktif berbicara, mudah akrab dengan siapa pun, atau bahkan tampak begitu ceria sepanjang waktu, namun di bali semua itu ternyata anak mengalami kesulitan fokus, hambatan belajar, hingga keterlambatan perkembangan.
Kondisi seperti ini cukup sering ditemukan pada anak dengan Williams Syndrome.
Namun, tak sedikit orang tua yang masih kebingungan dalam membedakan apakah anak mengalami Autisme Spectrum Disorde, Williams Syndrome, atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder karena beberapa gejalanya memang terlihat mirip di dalam kehidupan sehari-hari.
Harus dipahami apa saja hubungan dari ketiganya agar anak mendapatkan pendampingan dan terapi yang benar sejak dini.
Baca juga : Kekhawatiran Orang Tua tentang Masa Depan Anak dengan Gangguan Intelektual
Williams Syndrome bukanlah merupakan kelainan genetik langka yang terjadi karena hilangnya sejumlah gen pada kromosom 7. Biasanya anak dengan kondisi seperti ini memiliki ciri khas tertentu, baik itu dari sisi fisik maupun perilaku.
Salah satu karakteristik umumnya adalah sifat sosialnya yang begitu tinggi. Biasanya anak dengan Williams Syndrome:
Hal seperti ini yang membuat Williams Syndrome tampak “berbeda” dengan autisme.
Meski pada beberapa anak juga mengalami:
Dikarenakan adanya beberapa kemiripan, tak sedikit orang tua yang awalnya mengira anak tersebut adalah autisme.
Jika dibandingkan dengan autisme, hubungan antara Williams Syndrome dengan ADHD justru lebih sering terjadi.
Karena banyak anak dengan Williams Syndrome juga mengalami:
Saat di sekolah, kondisi seperti ini akan membuat anak merasa kesulitan dalam mengikuti instruksi yang diberikan, tampak terlalu aktif, atau sulit menyelesaikan tugas jika dibandingkan dengan teman seusianya.
Yang menariknya lagi, meski anak mengalami gangguan fokus seperti ADHD, anak dengan Williams Syndrome biasanya suka berinteraksi sosial dan sangat komunikatif.
Oleh karen itu, pendekatan terapi tak bisa disamakan untuk setiap anak.
Tak sedikit orang tua yang baru mencari bantuan saat anaknya mulai merasa kesulitan mengikuti aktivitas di sekolah, kesulitan belajar, atau adanya hambatan perilaku yang semakin terlihat.
Padahal, dengan terapi yang tepat dan diberikan sejak dini bisa membantu anak untuk berkembang jauh lebih optimal, terutama dalam:
Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Ada anak yang lebih membutuhkan terapi sensori integrasi, terapi perilaku, terapi okupansi, hingga pendampingan khusus untuk kemampuan konsentrasi dan sosial.
Oleh karena itu, pemilihan tempat terapi menjadi hal yang sangat penting.
Untuk Anda yang sedang mencari tempat terapi di Bekasi untuk Anak dengan masalah tumbuh kembang dan berkebutuhan khusus seperti Williams Syndrome, Autisme, ADHD, dan masalah tumbuh kembang lainnya kami merekomendasikan Rumah Terapi Medical Hacking sebagai tempat pendampingan yang tepat. Medical Hacking menjadi salah satu pilihan yang cukup banyak diperbincangkan.
Pendekatan terapi dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi perkembangan setiap anak secra personal, karena tak semua anak bisa ditangani dengan metode yang sama.
Banyak orang tua yang datang dengan keluhan anaknya seperti:
Dengan observasi dan pendampingan terapi yang tepat, perkembangan anak akan jadi lebih terarah dan sesuai dengan potensi dalam dirinya.
Setiap anak memiliki cara berkembang yang berbeda-beda. Yang paling penting adalah memberikan dukungan terbaik sejak dini.
Untuk konsultasi atau informasi lebih lanjut mengenai terapi ABK di Bekasi bersama Medical Hacking, silakan klik banner di bawah ini.














