Apa itu Demensia Vaskular dan Hubungannya dengan Stroke?
Apa itu Demensia Vaskular dan Hubungannya dengan Stroke?

Tempat Pengobatan Kanker di Jakarta Biasanya stroke adalah penyakit yang paling erat kaitannya dengan permasalah pada otak, pembuluh darah ke otak, dan oksigen yang masuk ke otak. Tetapi demensia vaskular adalah istilah umum yang juga menjelaskan masalah pada otak. Berkaitan erat dengan kegiatan penalaran, perencanaan, penilaian, memori, dan proses pemikiran lainnya yang disebabkan oleh kerusakan otak akibat gangguan aliran darah ke otak Anda.  Anda dapat mengidap demensia vaskular setelah stroke memblokir arteri di otak Anda, tetapi stroke tidak selalu menyebabkan demensia vaskular.

Apakah stroke mempengaruhi otak Anda tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi stroke Anda. Demensia vaskular juga dapat terjadi akibat kondisi lain yang merusak pembuluh darah dan mengurangi sirkulasi, sehingga otak Anda kekurangan oksigen dan nutrisi penting. Banyaknya faktor yang dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke (tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan juga merokok) dapat juga meningkatkan risiko demensia vaskular. Mengontrol faktor-faktor tersebut akan dapat membantu menurunkan peluang Anda terkena demensia vaskular.

Gejala Demensia Vaskular

Gejala demensia vaskular bervariasi, tergantung pada bagian otak Anda di mana aliran darah terganggu. Gejala sering tumpang tindih dengan orang-orang dari jenis demensia lain, terutama demensia penyakit Alzheimer. Tanda dan gejala demensia vaskular meliputi:

  • Kebingungan
  • Kesulitan memperhatikan dan berkonsentrasi
  • Berkurangnya kemampuan untuk mengatur pikiran atau tindakan
  • Menurunnya kemampuan untuk menganalisis suatu situasi, mengembangkan rencana yang efektif dan mengomunikasikan rencana itu kepada orang lain
  • Kesulitan memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya
  • Masalah dengan memori
  • Gelisah dengan frekuensi waktu yang sering
  • Sering mengalami kelimbungan
  • Sering ingin buang air kecil atau tidak mampu mengontrol buang air kecil
  • Depresi atau apatis

Gejala demensia vaskular mungkin paling jelas dilihat ketika terjadi stroke secara tiba-tiba. Ketika perubahan dalam pemikiran dan alasan Anda tampak jelas terkait dengan stroke, kondisi ini kadang-kadang disebut demensia pasca-stroke. Kadang-kadang pola karakteristik gejala demensia vaskular mengikuti serangkaian stroke atau min-istroke. Perubahan dalam proses berpikir Anda terjadi secara tiba dan berkembang cepat, tidak seperti yang biasanya terjadi pada demensia dalam penyakit Alzheimer dengan bertahap.

Tetapi demensia vaskular juga dapat berkembang secara bertahap, seperti halnya demensia penyakit Alzheimer. Terlebih lagi, penyakit pembuluh darah dan penyakit Alzheimer sering terjadi bersamaan. Studi menunjukkan bahwa banyak orang yang mengalami demensia dan bukti penyakit pembuluh darah otak juga menderita penyakit Alzheimer.

Penyebab Demensia Vaskular

Demensia vaskular dihasilkan dari adanya sebuah kondisi yang merusak pembuluh darah otak Anda. Kemudian mengurangi kemampuannya untuk memasok otak Anda dengan jumlah nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk melakukan proses berpikir secara efektif. Kondisi umum yang dapat menyebabkan demensia vaskular meliputi:

Stroke (infark) yang menghalangi arteri otak. Stroke yang menyumbat arteri otak biasanya menyebabkan berbagai gejala yang mungkin termasuk demensia vaskular. Tetapi beberapa stroke tidak menyebabkan gejala demensia yang bisa terlihat dengan jelas. Meskipun begitu, stroke jenis ini masih meningkatkan risiko demensia. Dengan stroke yang sudah jelas diketahui, risiko demensia vaskular meningkat dengan jumlah stroke yang terjadi seiring waktu. Salah satu jenis demensia vaskular yang biasanya disebabkan karena adanya stroke di berbagai bagian tubuh disebut demensia multi-infark.

Pembuluh darah otak yang sempit atau kronis. Kondisi yang mempersempit atau menimbulkan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah otak Anda juga dapat menyebabkan demensia vaskular. Kondisi-kondisi ini termasuk keausan yang terkait dengan penuaan, tekanan darah tinggi, penuaan pembuluh darah yang tidak normal (aterosklerosis), diabetes, dan pendarahan otak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here