fbpx
Home
Layanan
Terapi Autis
Artikel Kesehatan
Tanya Jawab
Hubungi Kami
Kantor Pusat:
Jl. Pd. Betung Raya No.10A, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15220
LAYANAN KONSULTASI GRATIS:
artikel
ARTIKEL KESEHATAN

Apa Saja Jenis-Jenis Epilepsi yang Perlu Diketahui?

06/Feb/2025
Rate this post

Tempat terapi stroke jakarta dan pekanbaru - Epilepsi adalah gangguan sistem saraf yang menyebabkan kejang berulang akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Epilepsi memiliki berbagai jenis yang berbeda berdasarkan penyebab, pola kejang, dan bagian otak yang terpengaruh. Memahami jenis-jenis epilepsi dapat membantu dalam diagnosis dan penanganan yang tepat.

1. Epilepsi Fokal

Epilepsi fokal, atau yang dikenal sebagai kejang parsial, terjadi ketika aktivitas listrik abnormal hanya terjadi di satu bagian otak. Jenis ini terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu:

Kejang Fokal Sadar: Penderita tetap sadar selama kejang berlangsung dan mungkin mengalami sensasi aneh, seperti rasa deja vu, perubahan emosi mendadak, atau gerakan tubuh yang tidak disengaja.

Kejang Fokal Tidak Sadar: Penderita kehilangan kesadaran atau mengalami gangguan kesadaran selama kejang. Mereka mungkin melakukan gerakan berulang yang tidak disengaja, seperti mengunyah atau menggosok tangan.

2. Epilepsi Generalisasi

Epilepsi jenis ini mempengaruhi seluruh bagian otak dan biasanya menyebabkan kehilangan kesadaran. Berikut beberapa subtipe epilepsi generalisasi:

Kejang Absans: Umumnya terjadi pada anak-anak, kejang ini ditandai dengan tatapan kosong selama beberapa detik dan sering kali tidak disadari oleh penderita.

Kejang Tonik-Klonik: Merupakan jenis kejang yang paling dikenal, melibatkan kekakuan otot (fase tonik) diikuti oleh gerakan tubuh yang berulang dan tidak terkendali (fase klonik).

Kejang Mioklonik: Ditandai dengan sentakan atau kedutan otot yang tiba-tiba, sering kali di lengan atau kaki.

Kejang Atonik: Penderita mengalami hilangnya kontrol otot secara tiba-tiba, yang dapat menyebabkan jatuh secara mendadak.

3. Epilepsi Rolandic

Epilepsi ini umumnya dialami oleh anak-anak dan sering kali menghilang saat mereka memasuki masa remaja. Kejang biasanya terjadi saat tidur dan melibatkan wajah serta tangan. Gejalanya meliputi kesulitan berbicara, kedutan di wajah, serta air liur yang berlebihan.

4. Epilepsi Juvenil Mioklonik

Jenis epilepsi ini sering muncul pada masa remaja dan ditandai dengan kejang mioklonik di pagi hari. Penderita dapat mengalami kejang tonik-klonik atau absans. Faktor pemicu biasanya adalah kurang tidur dan stres.

5. Epilepsi Sindrom Lennox-Gastaut

Epilepsi Lennox-Gastaut adalah bentuk epilepsi yang jarang namun serius, biasanya muncul pada anak-anak sebelum usia 10 tahun. Penderita sering mengalami berbagai jenis kejang, termasuk tonik, atonik, dan absans. Epilepsi ini sulit diobati dan sering dikaitkan dengan gangguan perkembangan.

6. Epilepsi Refleks

Epilepsi ini dipicu oleh rangsangan tertentu, seperti cahaya berkedip, suara tertentu, atau aktivitas mental yang intens. Misalnya, beberapa penderita mengalami kejang saat menonton televisi atau bermain video game dengan efek visual yang kuat.

7. Epilepsi Temporal

Jenis epilepsi ini berasal dari lobus temporal otak dan sering dikaitkan dengan perubahan emosional serta gangguan memori. Gejalanya bisa berupa deja vu, perasaan cemas yang tiba-tiba, atau halusinasi pendengaran.

8. Epilepsi Frontal

Epilepsi yang berasal dari lobus frontal sering terjadi saat tidur dan bisa menyebabkan gerakan tubuh yang cepat, seperti menendang atau menggeliat. Karena kejangnya berlangsung singkat dan bisa terlihat seperti gerakan normal saat tidur, jenis epilepsi ini sering kali sulit didiagnosis.

Epilepsi memiliki banyak variasi yang berbeda dalam hal penyebab, gejala, dan cara pengobatannya. Mengenali jenis epilepsi yang dialami sangat penting agar penanganannya lebih efektif. Jika Anda atau orang terdekat mengalami kejang berulang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dengan pemahaman yang lebih baik, penderita epilepsi dapat menjalani kehidupan yang lebih berkualitas dan terkontrol.

Baca juga Bagaimana Otak Bekerja Saat Serangan Epilepsi Terjadi?

Medical Hacking, Solusi Terapi Untuk Masalah Penyakit Tumbuh Kembang

Punya masalah dengan proses tumbuh kembang anak? Apakah anak mengalami Celebral Palsy, Gangguan Bicara dan Bahasa, Autism, Down Syndrome, Perawakan Pendek, Retardasi Mental, Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau GPPH, Hidrocephalus, Poliomyelitis atau polio, Lupus, Poliomyelitis atau Polio, Lupus, Skoliosis, Epilepsi, Lumpuh Layu. Anak Yang Terlambat Bicara, Anak Yang Terlambat Berjalan, Anak Yang Tidak Keluar Suara atau lainnya? Segera hubungi Medical Hacking melalui

Website: medicalhacking.co.id

Telp: +6282297289899

Tenaga Kesehatan Profesional
bu-fitri
M. Roihan Naufal, Str, Akp 
umi ana terapis medicalhacking.co.id
Cherly Rahma Atillah, Str, Akp
tenaga medis
Str, Akp
LIPUTAN MEDICAL HACKING DI MEDIA
berita
TESTIMONI DARI YANG PERNAH BEROBAT
testimoni medicalhackingtestimoni medicalhacking2
testimoni medicalhacking3testimoni medicalhacking4
testimoni medicalhacking5testimoni medicalhacking6
testimoni medicalhacking7testimoni medicalhacking8
logo trans hitam
Konsultasi Gratis!
Rumah Terapi Medical Hacking, "The Real Medical Hacker"
Alamat rumah terapi Medical Hacking
MEDICAL HACKING PUSAT
Jl. Pd. Betung Raya No.10A, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15220
+62 852-8196-6899
CABANG BEKASI
Jl.Pulo Ribung Blok AR1 No.29 Ruko Taman Galaxy, Grand Galaxy, Jakasetia, Bekasi Selatan – Jawa Barat 17147
Google Maps
+62 822-7478-9899
CABANG PEKANBARU
Jl. Dahlia No .34, Kec. Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau 28122
Google Maps
+62 821-2266-8799
support
LAYANAN KONSULTASI GRATIS
icon
© Rumah Sehat Medical Hacking 2019
map-markerchevron-down-circle