
Terapi diabetes bekasi - Pembesaran prostat jinak, atau yang sering disebut BPH (Benign Prostatic Hyperplasia), itu emang kondisi yang umum banget dialami pria, apalagi yang usianya udah gak muda lagi. Kadang orang mikirnya, Ah, ini kan bukan kanker, jadi aman aman aja. Padahal, meskipun gak mematikan dan gak ada hubungannya sama kanker prostat, BPH ini bisa bikin hidup kamu lumayan terganggu, lho.
Banyak pria yang ngalamin gejala aneh saat buang air kecil, tapi gak sadar kalau itu bisa jadi sinyal awal dari BPH. Jadi, jangan dianggap enteng ya.
Jadi gini, BPH itu terjadi saat kelenjar prostat membesar, tapi pembesarannya itu gak ganas. Pembesaran ini bikin saluran kemih (uretra) jadi tertekan, makanya timbul berbagai keluhan waktu buang air kecil. Gejala yang sering muncul itu macem macem, kayak.
Sering banget buang air kecil, terutama malam hari (ini namanya nokturia). Bisa sampai terbangun tiga atau empat kali semalam, bayangin aja gimana gak nyenyaknya tidur kamu.
Gejala gejala kayak gini kalau dibiarin terus, lama lama bisa makin parah dan ganggu aktivitas kamu sehari hari.
Nah, ini nih yang sering bikin salah paham. Banyak yang nyangka BPH itu awal mula kanker prostat. Padahal, dua kondisi ini beda banget. BPH itu cuma pembesaran jaringan prostat yang sifatnya gak ganas. Kalau kanker prostat itu, sel selnya tumbuh gak normal dan bisa nyebar ke mana mana. Jadi, meskipun sama sama di prostat, sifatnya jauh beda. Tapi, bukan berarti karena gak ganas, BPH ini boleh diabaikan begitu aja ya.
Meskipun bukan kanker, kalau BPH dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, bisa muncul komplikasi yang gak main main. Beberapa risiko yang bisa muncul itu kayak.
Semua itu bisa terjadi kalau kamu terus terusan cuek sama gejala yang muncul. Makanya, penting banget buat langsung periksa ke dokter begitu kamu ngerasa ada gangguan saat buang air kecil.
Ada beberapa faktor yang bisa ningkatin risiko kamu kena BPH, di antaranya
Usia di atas 50 tahun.
Ada riwayat keluarga yang juga ngalamin gangguan prostat.
Obesitas atau berat badan berlebih.
Punya sindrom metabolik (tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes).
Kalau kamu termasuk dalam salah satu kategori di atas, ada baiknya kamu mulai perhatiin kondisi kesehatan kamu dari sekarang.
Buat mastiin apakah kamu beneran kena BPH atau nggak, dokter biasanya bakal ngelakuin beberapa tes, kayak
Setelah semua hasil tes keluar dan BPH kamu terkonfirmasi, dokter akan nentuin penanganan yang paling pas sesuai sama tingkat keparahan BPH kamu.
Kalau gejala BPH kamu masih ringan, biasanya dokter cuma kasih obat obatan buat ngendurin otot prostat atau buat ngecilin ukuran prostatnya. Tapi, kalau udah parah dan obat obatan gak mempan, bisa jadi perlu tindakan bedah. Salah satu operasi yang umum dilakuin itu namanya TURP (Transurethral Resection of the Prostate), yaitu ngangkat jaringan prostat lewat saluran kemih.
Baca juga Waspadai Gangguan Prostat, Kenali Fungsinya dan Cara Menjaganya
Supaya kamu bisa ngurangin risiko kena BPH, ada baiknya kamu mulai perbaiki gaya hidup dari sekarang
Semakin cepet kamu ngontrol faktor risikonya, semakin kecil kemungkinan kamu kena gangguan ini.
Kalau kamu lagi nyari alternatif pengobatan selain yang medis konvensional, kamu bisa coba lirik Medical Hacking. Rumah Terapi Medical Hacking ini ngegabungin berbagai pendekatan terapi alami yang udah banyak ngebantu pasien, termasuk mereka yang punya masalah prostat, saraf kejepit, stroke, diabetes, skoliosis, bahkan sampai kanker.
Beberapa penyakit berat kayak autoimun, lupus, dan masalah tumbuh kembang anak juga jadi fokus terapi di Medical Hacking. Pendekatan mereka itu fokusnya ke pembenahan sistem tubuh secara alami, gak pakai obat kimia atau operasi.
Jadi, buat kamu yang pengen nyari ikhtiar lain buat sembuh secara alami dan menyeluruh, coba deh kunjungi Rumah Terapi Medical Hacking sebagai salah satu pilihan pengobatan yang bisa kamu pertimbangin. Yuk awali dengan konsultasi sekarang!!
Yuk dengar apa kata mereka yang sudah mencoba terapi di Medical Hacking!!














