fbpx
Home
Layanan
Terapi Autis
Artikel Kesehatan
Tanya Jawab
Hubungi Kami
Kantor Pusat:
Jl. Pd. Betung Raya No.10A, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15220
LAYANAN KONSULTASI GRATIS:
artikel
ARTIKEL KESEHATAN

Cara Memberikan Pertolongan Pertama Saat Kejang Epilepsi

11/Feb/2025
Rate this post

Tempat pengobatan anak autis di jakarta dan pekanbaru - Epilepsi adalah gangguan neurologis yang menyebabkan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Saat seseorang mengalami kejang epilepsi, banyak orang panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Padahal, memberikan pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah cedera dan membantu penderita sampai kejangnya mereda.

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Hal pertama yang harus dilakukan saat melihat seseorang mengalami kejang adalah tetap tenang. Panik hanya akan membuat situasi semakin sulit dan bisa menyebabkan tindakan yang salah. Dengan kepala dingin, kamu bisa lebih fokus dalam memberikan pertolongan dengan benar.

2. Pastikan Area Sekitar Aman

Saat seseorang kejang, ada kemungkinan mereka bisa terbentur atau terjatuh. Pastikan area di sekitarnya aman dengan menjauhkan benda-benda tajam atau keras yang bisa melukai penderita. Jika memungkinkan, letakkan sesuatu yang lembut di bawah kepala mereka untuk mengurangi risiko cedera.

3. Jangan Menahan Gerakan Kejang

Banyak orang berpikir bahwa menahan tubuh penderita akan membantu menghentikan kejang, padahal itu justru berbahaya. Menahan tubuhnya bisa menyebabkan cedera atau bahkan patah tulang. Biarkan kejang berlangsung dengan sendirinya sambil memastikan area sekitar tetap aman.

4. Jangan Memasukkan Apapun ke dalam Mulut

Mitos yang sering beredar adalah penderita epilepsi bisa menggigit atau menelan lidahnya sendiri saat kejang. Faktanya, lidah tidak bisa tertelan. Memasukkan benda ke dalam mulutnya justru bisa menyebabkan cedera, patah gigi, atau bahkan penyumbatan jalan napas.

5. Posisikan Penderita ke Samping

Jika memungkinkan, miringkan tubuh penderita ke salah satu sisi. Posisi ini membantu mencegah risiko tersedak jika penderita mengeluarkan air liur atau muntah. Selain itu, ini juga membantu menjaga saluran pernapasan tetap terbuka.

6. Catat Durasi Kejang

Kejang yang berlangsung kurang dari 2 menit umumnya tidak memerlukan bantuan medis darurat. Namun, jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau terjadi berulang tanpa sadar sepenuhnya, segera hubungi layanan darurat. Kejang yang terlalu lama bisa berbahaya bagi otak.

7. Jangan Langsung Bangunkan Penderita

Setelah kejang mereda, penderita mungkin akan merasa bingung atau lelah. Jangan langsung membangunkannya atau memaksanya berbicara. Biarkan mereka pulih dengan sendirinya dalam posisi yang aman. Beri mereka waktu untuk kembali sadar sepenuhnya.

8. Hubungi Bantuan Medis Jika Diperlukan

Tidak semua kejang membutuhkan bantuan medis segera. Namun, kamu harus segera menghubungi bantuan medis jika penderita mengalami kejang pertama kali, kejang berlangsung lebih dari 5 menit, mengalami kejang berulang, mengalami cedera serius saat kejang, atau kesulitan bernapas setelah kejang berakhir.

9. Berikan Dukungan Setelah Kejang

Setelah kejang selesai, penderita mungkin akan merasa bingung, lemah, atau bahkan malu. Berikan mereka dukungan dengan kata-kata yang menenangkan dan yakinkan bahwa mereka aman. Jika mereka tidak ingat apa yang terjadi, beri penjelasan singkat tanpa membuat mereka merasa panik.

Baca juga Tips Aman untuk Penderita Epilepsi di Tempat Kerja

10. Pelajari Lebih Lanjut Tentang Epilepsi

Mengetahui lebih dalam tentang epilepsi bisa membantu kita lebih siap saat menghadapi situasi darurat. Jika ada teman atau anggota keluarga yang menderita epilepsi, sebaiknya pelajari cara penanganan yang benar dan konsultasikan dengan dokter tentang kondisi mereka. Dengan begitu, kita bisa lebih siap dalam memberikan pertolongan pertama saat diperlukan.

Memberikan pertolongan pertama saat kejang epilepsi bukanlah hal yang sulit, asalkan kita tahu langkah-langkah yang benar. Hal terpenting adalah tetap tenang, pastikan lingkungan aman, jangan menahan tubuh penderita, dan jangan memasukkan benda ke dalam mulutnya. Jika kejang berlangsung lama atau terjadi berulang, segera cari bantuan medis. Dengan pemahaman yang lebih baik, kita bisa membantu penderita epilepsi dengan cara yang benar dan aman.

Medical Hacking, Solusi Terapi Untuk Masalah Penyakit Tumbuh Kembang

Punya masalah dengan proses tumbuh kembang anak? Apakah anak mengalami Celebral Palsy, Gangguan Bicara dan Bahasa, Autism, Down Syndrome, Perawakan Pendek, Retardasi Mental, Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau GPPH, Hidrocephalus, Poliomyelitis atau polio, Lupus, Poliomyelitis atau Polio, Lupus, Skoliosis, Epilepsi, Lumpuh Layu. Anak Yang Terlambat Bicara, Anak Yang Terlambat Berjalan, Anak Yang Tidak Keluar Suara atau lainnya? Segera hubungi Medical Hacking melalui

Website: medicalhacking.co.id

Telp: +6282297289899

Tenaga Kesehatan Profesional
bu-fitri
M. Roihan Naufal, Str, Akp 
umi ana terapis medicalhacking.co.id
Cherly Rahma Atillah, Str, Akp
tenaga medis
Str, Akp
LIPUTAN MEDICAL HACKING DI MEDIA
berita
TESTIMONI DARI YANG PERNAH BEROBAT
testimoni medicalhackingtestimoni medicalhacking2
testimoni medicalhacking3testimoni medicalhacking4
testimoni medicalhacking5testimoni medicalhacking6
testimoni medicalhacking7testimoni medicalhacking8
logo trans hitam
Konsultasi Gratis!
Rumah Terapi Medical Hacking, "The Real Medical Hacker"
Alamat rumah terapi Medical Hacking
MEDICAL HACKING PUSAT
Jl. Pd. Betung Raya No.10A, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15220
+62 852-8196-6899
CABANG BEKASI
Jl.Pulo Ribung Blok AR1 No.29 Ruko Taman Galaxy, Grand Galaxy, Jakasetia, Bekasi Selatan – Jawa Barat 17147
Google Maps
+62 822-7478-9899
CABANG PEKANBARU
Jl. Dahlia No .34, Kec. Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau 28122
Google Maps
+62 821-2266-8799
support
LAYANAN KONSULTASI GRATIS
icon
© Rumah Sehat Medical Hacking 2019
map-markerchevron-down-circle