Efek Stroke pada Sistem Pernapasan dan Saraf
Efek Stroke pada Sistem Pernapasan dan Saraf

Tempat Pengobatan Kanker di Jakarta РStroke terjadi ketika darah yang membawa oksigen tidak dapat mencapai bagian otak di dalam kepala Anda. Sel-sel otak menjadi rusak dan dapat mati jika dibiarkan tanpa oksigen meskipun hanya selama beberapa menit saja. Stroke memerlukan perawatan medis segera, berpotensi mematikan, dan dapat memengaruhi beberapa bagian tubuh setelah kejadian berakhir. Peluang terbaik untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh stroke adalah mendapatkan perawatan medis secepat mungkin. Gejala jangka panjang dan waktu pemulihan akan tergantung pada area otak yang terpengaruh. Berikut ini adalah beberapa efek stroke pada tubuh yang wajib Anda ketahui, dengan tujuan tidak lain dan tidak bukan adalah mencegah stroke menyerang Anda menjadi lebih parah.

Sistem pernapasan

Kerusakan pada area otak Anda yang mengontrol kegiatan menelan makanan dapat menyebabkan Anda memiliki masalah dengan fungsi-fungsi ini. Kondisi ini disebut disfagia. Ini adalah gejala umum setelah stroke, tetapi sering membaik seiring waktu. Jika otot-otot di tenggorokan, lidah, atau mulut Anda tidak dapat mengarahkan makanan ke kerongkongan, makanan dan cairan bisa masuk ke saluran napas dan menetap di paru-paru. Ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi dan pneumonia. Stroke yang terjadi di batang otak, di mana fungsi vital tubuh Anda (seperti bernafas, detak jantung, dan suhu tubuh), yang biasanya dikendalikan juga dapat menyebabkan masalah pernapasan. Jenis stroke ini lebih cenderung menyebabkan koma atau bahkan kematian.

Sistem saraf

Sistem saraf terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan saraf di seluruh tubuh. Sistem ini mengirimkan sinyal bolak-balik dari tubuh ke otak. Ketika otak rusak, ia tidak menerima pesan-pesan ini dengan benar. Anda mungkin merasakan sakit lebih dari biasanya, atau ketika melakukan aktivitas rutin sebelum terkena stroke. Perubahan persepsi ini karena otak mungkin tidak memahami sensasi, seperti kehangatan atau dingin, seperti dulu.

Perubahan penglihatan bisa terjadi jika bagian otak yang berkomunikasi dengan mata mengalami kerusakan. Masalah-masalah ini dapat mencakup kehilangan kemampuan penglihatan, biasanya dari satu sisi dari penglihatan Anda, dan masalah menggerakkan mata. Mungkin juga ada masalah pemrosesan, artinya otak tidak mendapatkan informasi yang benar dari mata.

Kaki yang tidak dapat digerakkan adalah jenis kelumpuhan yang umum yang membuat sulit untuk mengangkat bagian depan kaki. Hal ini dapat menyebabkan Anda berjalan dengan menyeret kaki, atau menekuk lutut untuk mengangkat kaki lebih tinggi agar tidak terseret. Masalah ini biasanya disebabkan oleh kerusakan saraf dan dapat membaik dengan rehabilitasi.

Ada beberapa hal yang tumpang tindih antara otak dan fungsinya. Kerusakan pada bagian depan otak dapat menyebabkan perubahan dalam kecerdasan, gerakan, logika, ciri-ciri kepribadian, dan pola berpikir. Jika area ini terpengaruh setelah stroke, hal itu mungkin juga membuat berpikir menjadi sulit. Kerusakan pada sisi kanan otak dapat menyebabkan hilangnya rentang perhatian, fokus dan masalah memori. Serta kesulitan mengenali wajah atau benda meskipun sesuatu tersebut sangat familiar dengan Anda. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan perubahan perilaku, seperti impulsif, perilaku yang tidak pantas, dan depresi.

Kerusakan pada sisi kiri otak dapat menyebabkan kesulitan berbicara dan memahami bahasa, masalah ingatan, masalah penalaran, pengorganisasian, berpikir secara matematis / analitis, dan perubahan perilaku. Setelah stroke, Anda juga berisiko lebih tinggi mengalami kejang. Dan hal ini sering tergantung pada ukuran stroke, lokasi, dan tingkat keparahannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here