Tempat terapi saraf kejepit jakarta dan pekanbaru - Autisme adalah kondisi neurodevelopmental yang memengaruhi cara anak berkomunikasi, berinteraksi, dan merespons lingkungan sekitar. Salah satu tantangan yang sering dialami anak dengan autisme adalah Sensory Processing Disorder (SPD) atau gangguan pemrosesan sensorik. SPD membuat anak kesulitan dalam menerima, mengolah, dan merespons informasi sensorik dari lingkungan dengan cara yang sesuai. Gangguan ini dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak, mulai dari aktivitas bermain hingga belajar.
Sensory Processing Disorder adalah kondisi di mana otak mengalami kesulitan dalam menerima dan merespons informasi dari panca indera. Informasi yang diterima dari lingkungan, seperti suara, cahaya, tekstur, atau bahkan gerakan, bisa terasa terlalu berlebihan atau justru kurang dirasakan oleh anak. Ini yang membuat mereka memiliki reaksi yang berbeda dibandingkan anak-anak lainnya.
Ada dua jenis utama SPD, yaitu hipersensitivitas (over-responsiveness) dan hiposensitivitas (under-responsiveness). Anak dengan hipersensitivitas akan merasa terganggu dengan suara keras, cahaya terang, atau sentuhan tertentu yang bagi orang lain biasa saja. Sementara itu, anak dengan hiposensitivitas mungkin tidak merasakan sakit saat terjatuh atau membutuhkan stimulasi lebih, seperti menggoyangkan tubuh secara berulang-ulang.
Mengenali tanda-tanda SPD sangat penting agar orang tua dan guru dapat membantu anak mengatasi tantangan sensoriknya. Berikut beberapa tanda yang umum terjadi
Sensitivitas Berlebihan terhadap Stimulus – Anak mungkin menutup telinga saat mendengar suara keras, menolak memakai pakaian dengan tekstur tertentu, atau merasa tidak nyaman dengan cahaya terang.
Kurangnya Respons terhadap Stimulus – Beberapa anak tidak merespons suara panggilan nama mereka, tidak merasa sakit saat terluka, atau mencari rangsangan tambahan seperti melompat-lompat atau menabrakkan tubuh ke benda.
Kesulitan dalam Koordinasi dan Keseimbangan – SPD juga bisa berdampak pada keterampilan motorik anak, membuat mereka sulit dalam aktivitas seperti mengancingkan baju, menulis, atau menjaga keseimbangan saat berjalan.
Reaksi Berlebihan atau Tidak Tepat terhadap Sentuhan – Anak dengan SPD mungkin menolak dipeluk atau disentuh, tetapi di sisi lain juga bisa mencari sentuhan secara berlebihan.
Kesulitan dalam Mengatur Emosi – Karena merasa kewalahan dengan rangsangan sensorik, anak bisa menjadi mudah marah, menangis, atau mengalami meltdown di situasi tertentu.
Menghadapi SPD pada anak dengan autisme membutuhkan pendekatan yang tepat agar mereka merasa nyaman dan bisa beradaptasi dengan lingkungan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan
Cobalah menyesuaikan lingkungan agar lebih ramah terhadap kebutuhan sensorik anak. Misalnya, menggunakan lampu dengan pencahayaan lembut, menyediakan ruang tenang untuk mereka beristirahat, atau memberikan pakaian dengan bahan yang nyaman bagi mereka.
Terapi okupasi dengan pendekatan integrasi sensorik sering kali direkomendasikan untuk anak dengan SPD. Terapi ini membantu mereka belajar bagaimana mengelola dan merespons stimulus sensorik dengan lebih baik. Kegiatan seperti bermain dengan pasir, meremas bola sensorik, atau menggunakan alat berat seperti selimut berbobot dapat membantu mereka merasa lebih tenang.
Beberapa anak merasa lebih nyaman dengan alat bantu sensorik, seperti headphone peredam suara untuk mengurangi kebisingan, fidget toys untuk membantu fokus, atau kursi goyang untuk memberikan rangsangan gerakan yang mereka butuhkan.
Setiap anak memiliki kebutuhan sensorik yang berbeda. Orang tua dan guru perlu memahami batasan anak dan tidak memaksanya untuk menghadapi situasi yang terlalu membuat mereka kewalahan. Sebaliknya, berikan waktu bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
Sensory Processing Disorder adalah tantangan yang sering dialami anak dengan autisme, tetapi dengan pemahaman dan pendekatan yang tepat, anak bisa belajar mengelola dan beradaptasi dengan lingkungannya. Mengenali tanda-tanda SPD, menciptakan lingkungan yang nyaman, serta memberikan terapi dan alat bantu yang sesuai adalah langkah penting dalam membantu anak agar bisa berkembang dengan lebih baik. Dengan dukungan yang tepat, anak dengan SPD dapat menjalani kehidupan yang lebih nyaman dan bahagia.
Baca juga Tantangan dan Cara Menghadapi Autisme pada Remaja
Punya masalah dengan proses tumbuh kembang anak? Apakah anak mengalami Celebral Palsy, Gangguan Bicara dan Bahasa, Autism, Down Syndrome, Perawakan Pendek, Retardasi Mental, Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau GPPH, Hidrocephalus, Poliomyelitis atau polio, Lupus, Poliomyelitis atau Polio, Lupus, Skoliosis, Epilepsi, Lumpuh Layu. Anak Yang Terlambat Bicara, Anak Yang Terlambat Berjalan, Anak Yang Tidak Keluar Suara atau lainnya? Segera hubungi Medical Hacking melalui
Website: medicalhacking.co.id
Telp: +6282297289899