Tempat Pengobatan Dystonia di Pekanbaru dan Bekasi Paling Direkomendasikan

Tempat Pengobatan Dystonia – Dystonia adalah gangguan gerakan neurologis yang sangat kompleks dan sangat bervariasi yang ditandai dengan kontraksi otot yang tidak disengaja. Ini adalah kondisi yang tidak mengenal batas usia, sehingga dapat mempengaruhi anak-anak hingga orang dewasa yang berusia tua.

Dystonia hasil dari fungsi abnormal ganglia basal, bagian dalam otak yang membantu mengontrol koordinasi gerakan. Wilayah otak ini mengontrol kecepatan dan kelancaran gerakan dan mencegah gerakan yang tidak diinginkan. Pasien dengan distonia mungkin mengalami gerakan memutar yang tidak terkendali, berulang-ulang, atau postur dan posisi yang tidak normal. Gangguan ini bisa mempengaruhi bagian tubuh mana pun seperti lengan, kaki, badan, wajah, dan pita suara.

Penyebab Dystonia

Penyebab pasti dari distonia belum diketahui secara jelas, tetapi mungkin melibatkan perubahan di beberapa bagian otak atau komunikasi di antara keduanya. Dystonia mungkin diturunkan, didapat, atau idiopatik (tidak diketahui penyebabnya). Gangguan bawaan ditularkan secara genetik. Dalam bentuk yang didapat, distonia disebabkan oleh kerusakan atau degenerasi otak (misalnya setelah cedera otak atau stroke) atau paparan obat tertentu. Pada distonia idiopatik tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi dan tidak ada kerusakan struktural atau degenerasi otak.

Klasifikasi Dystonia

Dystonia diklasifikasikan berdasarkan tiga faktor utama: usia saat gejala berkembang; area tubuh yang terkena; dan penyebab yang mendasarinya. Kemungkinan dystonia akan mempengaruhi banyak bagian tubuh umumnya terkait dengan usia onset. Semakin muda onsetnya, semakin besar kemungkinan gejala itu menyebar. Sebaliknya, semakin tua onsetnya, semakin besar kemungkinan gangguan tersebut akan tetap lebih moderat.

Klasifikasi Dystonia berdasarkan Umur

  • Awal masa kanak-kanak – 0 hingga usia 12
  • Onset remaja – usia 13 hingga 20 tahun
  • Onset dewasa – lebih tua dari usia 20

Baca Juga: Tempat Pengobatan Autonom Dysreflexia (AD) di Pekanbaru dan Bekasi Paling Mujarab

Klasifikasi Dystonia Berdasarkan Bagian Tubuh

Dystonia Fokal

Dystonia fokal terbatas pada satu area tubuh dan dapat memengaruhi leher (distonia serviks atau tortikolis spasmodik), mata (blepharospasm), rahang / mulut / wajah bagian bawah (distonia oromandibular), pita suara (distonia laring), atau lengan / kaki ( distonia tungkai). Jenis distonia fokal yang kurang umum lainnya dapat menyebabkan peregangan yang tidak biasa, menekuk atau memutar badan (distonia batang) atau kontraksi berkelanjutan dan gerakan menggeliat yang tidak disengaja pada dinding perut (distonia dinding perut).

Dystonia Segmental

Distonia segmental mempengaruhi dua atau lebih bagian tubuh yang berdekatan atau dekat satu sama lain. Hingga 30 persen orang dengan distonia fokal mengalami kejang di area yang berdekatan dengan situs utama. Bentuk umum dari distonia segmental mempengaruhi kelopak mata, rahang, mulut, dan wajah bagian bawah.

Jenis distonia lainnya termasuk multifokal, yang melibatkan dua atau lebih bagian tubuh yang saling berjauhan; hemidystonia, yang mempengaruhi separuh tubuh; dan digeneralisasi, yang dimulai dengan keterlibatan kaki, tetapi umumnya menyebar ke satu atau lebih wilayah tubuh tambahan.

Klasifikasi Dystonia Berdasarkan Penyebab

Primer (idiopatik)

Distonia primer (idiopatik) adalah satu-satunya tanda, dan penyebab sekunder telah disingkirkan. Kebanyakan distonia primer adalah variabel, muncul satu kali, dan bersifat fokal atau segmental. Namun, ada distonia primer spesifik dengan onset masa kanak-kanak atau remaja yang telah dikaitkan dengan mutasi genetik.

Sekunder (bergejala)

Hasil sekunder (bergejala) terutama dari penyebab sekunder. Ini termasuk lingkungan, seperti paparan karbon monoksida, sianida, mangan atau metanol; kondisi dan penyakit yang mendasari seperti tumor otak, cerebral palsy, penyakit Parkinson, stroke, multiple sclerosis, hipoparatiroidisme atau malformasi vaskular; cedera otak / sumsum tulang belakang; kondisi otak inflamasi, infeksi atau pasca infeksi; dan obat-obatan tertentu.

Sindrom Dystonia-plus

Sindrom Dystonia-plus diakibatkan oleh gangguan neurokimia nondegeneratif yang terkait dengan kondisi neurologis lainnya. Sindrom Dystonia-plus termasuk dopa-responsive dystonia (DRD) atau sindrom Segawa, rapid-onset dystonia-parkinsonism (RDP) dan myoclonus-dystonia.

Dystonia Heredodegeneratif

Distonia heredodegeneratif umumnya diakibatkan oleh gangguan neurodegeneratif di mana gejala neurologis lain hadir dan di mana faktor keturunan berperan. Ini termasuk berbagai gangguan seperti X-linked recessive, autosomal dominan, autosomal recessive dan / atau sindrom parkinsonian. Termasuk ke dalam kategori ini adalah X-linked dystonia-parkinsonism (Lubag), penyakit Huntington, penyakit Wilson, neuroacanthocytosis, sindrom Rett, penyakit Parkinson serta parkinsonisme remaja.

Dan terapi merupakan bentuk perawatan yang paling aman, nyaman dan tepat untuk kondisi gangguan kesehatan semacam ini. Terutama tempat pengobatan dystonia di Pekanbaru dan Bekasi yang dikembangkan oleh Rumah Sehat Medical Hacking. Dan fasilitas tersebut dapat Anda gunakan dengan menghubungi mereka di halaman ini. Selain itu, mengkonsumsi madu hutan segar juga sangat baik untuk menunjang perawatan. Untuk informasi lebih lanjut serta pemesanan untuk madu hutan segar dari Rumah Sehat Medical Hacking, klik di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here