Tempat Pengobatan Epilepsi di Bogor yang Paling Efektif

Tempat Pengobatan Epilepsi di Bogor – Epilepsi adalah sebuah gangguan yang berhubungan dengan sistem saraf pusat (neurologis). Hingga menyebabkan aktivitas otak menjadi tidak normal, menyebabkan kejang atau sebuah perilaku yang tidak biasa, sensasi tertentu, dan kadang-kadang hilangnya kesadaran. Siapa pun dapat mengalami epilepsi. Epilepsi mempengaruhi pria dan wanita dari semua ras, latar belakang etnis dan usia.

Gejala kejang bisa sangat bervariasi. Beberapa orang yang memiliki epilepsi hanya menatap kosong selama beberapa detik saat mereka mengalami kejang, sementara individu yang lain berulang kali menggerakkan lengan atau kakinya. Memiliki kejang tunggal tidak berarti Anda menderita epilepsi. Setidaknya dua kali kejang yang berulang umumnya diperlukan untuk diagnosis epilepsi.

Gejala Epilepsi

Karena epilepsi disebabkan oleh aktivitas abnormal di otak, kejang dapat mempengaruhi proses apa pun yang dikoordinasikan otak Anda. Tanda dan gejala epilepsi meliputi:

  • Kebingungan sementara
  • Tatapan kosong
  • Gerakan menyentak lengan dan kaki yang tak terkendali
  • Hilangnya kesadaran atau kesadaran
  • Gejala psikis seperti ketakutan, kecemasan atau deja vu

Gejalanya bervariasi tergantung pada jenis kejang yang terjadi. Dalam kebanyakan kasus, seseorang yang memiliki epilepsi akan cenderung memiliki tipe kejang yang sama setiap kali, sehingga gejalanya akan serupa dari satu kejadian hingga kejadian berikutnya.

Penyebab Epilepsi

Epilepsi tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi pada sekitar setengah orang yang memiliki kondisi tersebut. Pada setengah orang yang lainnya, kondisi tersebut dapat ditelusuri ke berbagai faktor, termasuk:

  • Pengaruh genetik. Beberapa jenis epilepsi yang dikategorikan berdasarkan jenis kejang yang Anda alami atau bagian otak yang terpengaruh, berjalan dalam keluarga. Dalam kasus ini, kemungkinan ada pengaruh genetik.
  • Pengaruh gen spesifik. Para peneliti telah menemukan hubungan beberapa jenis epilepsi dengan gen yang spesifik. Tetapi bagi mayoritas orang, gen hanyalah sebagai bagian dari penyebab epilepsi. Gen tertentu dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap kondisi lingkungan yang memicu kejang.
  • Trauma pada kepala. Trauma pada kepala akibat kecelakaan mobil atau cedera traumatis lainnya dapat menyebabkan epilepsi.
  • Kondisi otak. Kondisi otak yang menyebabkan kerusakan otak, seperti tumor atau stroke otak, dapat menyebabkan epilepsi. Stroke merupakan penyebab utama epilepsi pada orang dewasa yang memiliki usia lebih dari 35 tahun.
  • Penyakit menular. Penyakit menular, seperti meningitis, AIDS, dan ensefalitis virus, dapat menyebabkan epilepsi.
  • Cedera prenatal. Sebelum lahir, bayi sensitif terhadap kerusakan otak yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi pada ibu, gizi buruk atau kekurangan oksigen. Dan kerusakan semacam otak ini bisa menyebabkan epilepsi atau bahkan cerebral palsy.
  • Gangguan perkembangan. Epilepsi kadang-kadang dapat dikaitkan dengan gangguan perkembangan, seperti autisme dan neurofibromatosis.
Baca Juga: Tempat Pengobatan Glaukoma di Bogor Paling Mujarab

Faktor Risiko Epilepsi

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko epilepsi Anda:

  • Usia. Penyebab awal epilepsi paling sering terjadi pada anak-anak dan orang yang berusia tua, tetapi kondisi ini dapat terjadi pada semua usia.
  • Sejarah keluarga. Jika Anda memiliki riwayat anggota keluarga yang memiliki epilepsi, Anda mungkin berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kejang.
  • Cedera kepala. Cedera kepala bertanggung jawab atas beberapa kasus epilepsi. Anda dapat mengurangi risiko Anda dengan mengenakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil dan dengan mengenakan helm saat bersepeda, mengendarai sepeda motor atau melakukan kegiatan lain dengan risiko tinggi cedera kepala.
  • Stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya. Stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya dapat menyebabkan kerusakan otak yang dapat memicu epilepsi. Anda dapat mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi risiko penyakit ini, termasuk menghindari rokok, makan makanan yang sehat, dan berolahraga secara teratur.
  • Demensia. Demensia ini bisa meningkatkan risiko epilepsi pada orang yang telah berusia tua.
  • Infeksi otak. Infeksi seperti meningitis, yang menyebabkan peradangan di otak atau sumsum tulang belakang, dapat meningkatkan risiko Anda.
  • Kejang di masa kecil. Demam tinggi di masa kanak-kanak kadang-kadang dapat dikaitkan dengan kejang. Anak-anak yang mengalami kejang karena demam tinggi umumnya tidak akan menderita epilepsi. Risiko epilepsi meningkat jika seorang anak memiliki kejang yang lama, kondisi sistem saraf lain atau riwayat keluarga epilepsi.

Untuk pengobatan yang mujarab dan relatif lebih aman Anda dapat menggunakan metode terapi yang dikembangkan oleh Rumah Sehat Medical Hacking. Untuk informasi selanjutnya, Anda dapat klik di sini dan hubungi kontak person mereka. Selain pengobatan, mengkonsumsi madu hutan segar yang disediakan oleh Rumah Sehat Medical Hacking juga sangat penting. Karena zat yang terkandung di dalamnya dapat membunuh virus, meningkatkan imun tubuh, serta memiliki sejumlah enzim dan senyawa fenolat sebagai antikanker, antiinflamasi dan dapat menghambat penyempitan pembuluh darah. Untuk informasi lebih lanjut atau pemesanan langsung saja mengunjungi halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here