fbpx
Home
Layanan
Terapi Autis
Artikel Kesehatan
Tanya Jawab
Hubungi Kami
Kantor Pusat:
Jl. Pd. Betung Raya No.10A, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15220
LAYANAN KONSULTASI GRATIS:
artikel
ARTIKEL KESEHATAN

Apakah Semua Kejang Berarti Epilepsi?

08/Feb/2025
Rate this post

Terapi anak autis di jakarta dan pekanbaru - Kejang adalah kondisi di mana terjadi aktivitas listrik yang tidak normal di otak, yang menyebabkan perubahan mendadak dalam perilaku, gerakan, atau kesadaran seseorang. Kejang bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit dan dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti gerakan tubuh yang tidak terkendali atau tatapan kosong. Sementara itu, epilepsi adalah gangguan neurologis kronis yang ditandai dengan kecenderungan mengalami kejang berulang tanpa adanya penyebab yang jelas.

Penyebab Kejang Selain Epilepsi

Tidak semua kejang berarti seseorang menderita epilepsi. Ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan kejang, di antaranya

Demam Tinggi (Febrile Seizures)

Kejang demam sering terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun yang mengalami demam tinggi. Kondisi ini bukan epilepsi dan biasanya tidak memerlukan pengobatan jangka panjang.

Cedera Kepala

Trauma atau cedera kepala dapat memicu kejang, terutama jika menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Dalam beberapa kasus, kejang ini bisa bersifat sementara, tetapi dalam situasi tertentu dapat berkembang menjadi epilepsi.

Infeksi Otak

Infeksi seperti meningitis atau ensefalitis dapat menyebabkan peradangan pada otak, yang berpotensi memicu kejang. Setelah infeksi sembuh, risiko mengalami kejang berulang umumnya menurun.

Gangguan Metabolik dan Kekurangan Nutrisi

Ketidakseimbangan elektrolit, kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia), atau kekurangan vitamin tertentu, seperti vitamin B6 pada bayi, dapat memicu kejang.

Penggunaan atau Putus Obat dan Alkohol

Konsumsi obat-obatan tertentu atau penghentian mendadak dari alkohol dan obat-obatan seperti benzodiazepin dapat menyebabkan kejang sebagai reaksi tubuh terhadap perubahan zat kimia di otak.

Bagaimana Membedakan Kejang Epilepsi dan Non-Epilepsi?

Untuk membedakan apakah kejang disebabkan oleh epilepsi atau faktor lain, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti

Elektroensefalografi (EEG) untuk melihat aktivitas listrik di otak.

MRI atau CT scan guna mendeteksi adanya kelainan struktural pada otak.

Tes darah untuk mengevaluasi gangguan metabolik atau infeksi yang mungkin menjadi penyebab kejang.

Riwayat medis lengkap untuk mengetahui apakah ada faktor pemicu seperti demam, cedera kepala, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Jika seseorang mengalami kejang lebih dari satu kali tanpa penyebab yang jelas, kemungkinan besar dokter akan mempertimbangkan diagnosis epilepsi. Namun, jika kejang hanya terjadi sekali atau memiliki pemicu yang jelas, maka bisa jadi bukan epilepsi.

Pengobatan dan Penanganan Kejang

Penanganan kejang bergantung pada penyebabnya. Jika kejang disebabkan oleh faktor sementara seperti demam atau gangguan metabolik, maka mengatasi penyebab utamanya bisa mencegah kejang berulang. Jika kejang terjadi karena epilepsi, dokter mungkin akan meresepkan obat antiepilepsi untuk mengontrolnya.

Dalam beberapa kasus, jika pengobatan dengan obat tidak efektif, dokter bisa merekomendasikan metode lain seperti terapi diet ketogenik, stimulasi saraf vagus, atau bahkan operasi epilepsi jika ada kelainan struktural yang dapat diatasi dengan pembedahan.

Kejang tidak selalu berarti epilepsi, karena ada banyak penyebab lain yang bisa memicu kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi medis guna menentukan penyebab kejang dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami kejang, segera cari bantuan medis untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kejang dan epilepsi, kita dapat lebih waspada dan mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi kondisi ini.

Baca juga Perbedaan Epilepsi dengan Kejang Biasa yang Perlu Diketahui

Medical Hacking, Solusi Terapi Untuk Masalah Penyakit Tumbuh Kembang

Punya masalah dengan proses tumbuh kembang anak? Apakah anak mengalami Celebral Palsy, Gangguan Bicara dan Bahasa, Autism, Down Syndrome, Perawakan Pendek, Retardasi Mental, Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau GPPH, Hidrocephalus, Poliomyelitis atau polio, Lupus, Poliomyelitis atau Polio, Lupus, Skoliosis, Epilepsi, Lumpuh Layu. Anak Yang Terlambat Bicara, Anak Yang Terlambat Berjalan, Anak Yang Tidak Keluar Suara atau lainnya? Segera hubungi Medical Hacking melalui

Website: medicalhacking.co.id

Telp: +6282297289899

Tenaga Kesehatan Profesional
bu-fitri
M. Roihan Naufal, Str, Akp 
umi ana terapis medicalhacking.co.id
Cherly Rahma Atillah, Str, Akp
tenaga medis
Str, Akp
LIPUTAN MEDICAL HACKING DI MEDIA
berita
TESTIMONI DARI YANG PERNAH BEROBAT
testimoni medicalhackingtestimoni medicalhacking2
testimoni medicalhacking3testimoni medicalhacking4
testimoni medicalhacking5testimoni medicalhacking6
testimoni medicalhacking7testimoni medicalhacking8
logo trans hitam
Konsultasi Gratis!
Rumah Terapi Medical Hacking, "The Real Medical Hacker"
Alamat rumah terapi Medical Hacking
MEDICAL HACKING PUSAT
Jl. Pd. Betung Raya No.10A, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15220
+62 852-8196-6899
CABANG BEKASI
Jl.Pulo Ribung Blok AR1 No.29 Ruko Taman Galaxy, Grand Galaxy, Jakasetia, Bekasi Selatan – Jawa Barat 17147
Google Maps
+62 822-7478-9899
CABANG PEKANBARU
Jl. Dahlia No .34, Kec. Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau 28122
Google Maps
+62 821-2266-8799
support
LAYANAN KONSULTASI GRATIS
icon
© Rumah Sehat Medical Hacking 2019
map-markerchevron-down-circle